Irjen Pol. Sandi Nugroho resmi menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Polri menggantikan Irjen Pol. Dedi Prasetyo yang dimutasi sebagai Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM), usai serah terima jabatan di Mabes Polri, Jumat.

Jenderal bintang dua itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) terbaik penerima Adhi Makayasa, penghargaan tahunan lulus terbaik di tahun 1995.

Usai menerima estafet kepemimpinan, Sandi yang memiliki latar belakang sebagai penyidik reskrim Polri ini mengatakan akan melanjutkan apa yang telah dirintis oleh Irjen Pol. Dedi Prasetyo selama memimpin Divisi Humas Polri, yakni sebagai garda terdepan dalam penyebarluasan informasi Polri.

“Sudah banyak success story yang dilaksanakan oleh Pak Dedi, sehingga tinggal melanjutkan saja,” kata Sandi.

Sandi mengakui akan ada banyak tugas yang akan dikerjakan dalam waktu dekat, mulai dari ibadah Ramadhan, serta Operasi Ketupat pengamanan Mudik Lebaran.

“Ke depan sudah banyak kegiatan yang kami tangani, mohon dukungan dan bantuannya,” ujar Sandi.

Sandi memiliki perjalanan karir pada tahun 2002 menjabat sebagai Pama Polda Sumatera Utara, 2003, PS Kanit 2 Sat Ekenomi Ditreskrim Polda Sumatera Utara, 2004 Kasat Reskrim Polres Asahan Polda Sumut, 2005 Kasat Reskrim Poltabes Medan, 2006 Kanit Sat Ekonomi Ditreskrim Polda Sumut dan 2007 sebagai Wakapolres KPPP Belawan Polda Sumut.


Serah terima jabatan Kadiv Humas Polri dimeriahkan pertunjukan seni budaya berupa tari Topeng Ireng dan Phentul Tembem yang ditampilkan Sangar Komunitas Tujuh, Bintara Jaya.

“Jadi ini sengaja kami hadirkan seni budaya ini, karena untuk melestarikan kebudayaan kita juga. Saya prihatin anak-anak sekarang sudah mulai meninggalkan kebudayaan, mereka jarang ada yang tahu soal tari-tarian daerah ini,” kata Dedi.

Tari Topeng Ireng merupakan seni tari yang berasal dari Jawa Tengah yang merupakan daerah asal Dedi, sedangkan Phentul Temben merupakan seni tari dari Jawa Timur yang menjadi daerah asal dari Irjen Sandi.

Dedi Prasetyo dianggap berhasil memimpin Divisi Humas selama satu tahun empat bulan, dengan kerja keras, terutama di saat Polri mendapat ujian dengan adanya Tragedi Duren Tiga yang melibatkan Ferdy Sambo dan Tragedi Kanjuruhan.

Kejadian tersebut, kata Dedi menjadi momentum untuk dirinya dan jajaran Divisi Humas belajar, terutama komunikasi krisis. Dan pengalaman tersebut dibukukan olehnya dengan judul Komunikasi Krisis, yang merupakan buku ke-26 yang diterbitkan oleh mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu.

 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penerima Adhi Makayasa 1995 pimpin Divisi Humas Polri

Pewarta: Laily Rahmawaty

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023