Presiden Israel Isaac Herzog mengungkapkan situasi di negaranya  ‘sangat serius’ akibat perdebatan mengenai upaya pemerintah merombak sistem peradilan.

“Kita sedang serius dan berada dalam situasi yang sangat serius yang bisa berakibat secara politik, ekonomi, sosial dan keamanan,” kata Herzog dalam sebuah seremoni Senin malam lalu di Tel Aviv.

Menurut koran Israel The Times, presiden Israel itu menegaskan akan mencurahkan seluruh waktu dan energi  untuk menemukan pemahaman yang menyelamatkan negara dari krisis konstitusional dan sosial.

Herzog mengaku sudah bertemu dengan seluruh partai baik dari koalisi pemerintah maupun oposisi untuk membahas krisis ini.

“Ini bukan kompromi politik, ini upaya Sisyphean dalam menemukan formula yang tepat mengenai keseimbangan dan harapan. Karena situasi ini sangat sulit dan mengkhawatirkan,” ujar dia.

Upaya presiden dalam menengahi pemerintah koalisi dan oposisi belum mencetak perkembangan yang signifikan.

Berbicara dalam acara yang sama, Esther Hayut, ketua Mahkamah Agung Israel, mengungkapkan kekhawatiran terhadap upaya pemerintah yang bisa merusak persatuan Israel.

Diusulkan oleh Menteri Kehakiman Yariv Levin, amandemen sistem peradilan itu, jika diundangkan, akan menjadi perubahan paling radikal dalam sistem pemerintahan Israel.

Rencana tersebut memicu protes massal di seluruh Israel selama lebih dari 10 pekan.

Perubahan itu akan sangat membatasi kekuasaan Mahkamah Agung, sebaliknya memberi kekuasaan kepada pemerintah untuk memilih hakim dan mengakhiri kebiasaan jaksa agung dalam menunjuk penasihat hukum untuk kementerian-kementerian.

PM Israel Benjamin Netanyahu saat ini tengah diadili dengan tuduhan perkara korupsi. Ia bersikukuh bahwa rencananya itu bakal memperkuat demokrasi. 

Namun pengamat melihat upaya pemerintah itu sebagai cara melepaskan jeratan hukum yang menimpa Netanyahu.



Sumber: Anadolu/berbagai sumber

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Israel akui situasi negara sedang gawat

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023