Belasan kepala keluarga korban banjir bandang di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah kembali ke rumah masing-masing setelah sempat mengungsi selama dua hari, guna menghindari banjir susulan yang dapat terjadi setiap saat.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Rudi Wibowo saat dihubungi di Cianjur, Jumat, mengatakan, banjir bandang yang terjadi dua hari yang lalu akibat meluapnya anak sungai yang membentang di wilayah tersebut, merusak 15 rumah warga, satu masjid, merendam satu hektare kebun warga dan jalan desa amblas.

"Untuk hari ini, warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing, meski kami tetap mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua jam, guna menghindari hal yang tidak diinginkan," katanya.

Pihaknya juga mencatat akibat banjir bandang yang terjadi, membuat pos keamanan di Kampung Parabon, Desa Ciloto, ambruk terbawa arus sungai, mengakibatkan dua orang warga terluka dan sudah mendapat pertolongan medis, jembatan penghubung antar-kampung putus dan sedang dalam perbaikan.

"Kami langsung melakukan pembersihan material yang disisakan banjir, bersama dengan warga yang sudah kembali menempati rumahnya masing-masing. Namun menjelang malam untuk kaum perempuan dan anak-anak diminta untuk mengungsi karena menjelang sore hujan kerap turun deras," katanya.

Kepala Desa Ciloto, Marwan, mengatakan, pihaknya telah melakukan musyawarah dan mufakat dengan pengelola hotel yang ada di sekitar Desa Ciloto, serta pelaku usaha lainnya untuk memberikan bantuan logistik, sebagai upaya mendukung kegiatan gotong-royong warga membersihkan material yang disisakan banjir.
Pihaknya juga masih melakukan pendataan kerugian yang diderita warga akibat banjir bandang tersebut, karena sebagian besar barang berharga di dalam rumah hingga sepeda motor dilaporkan hilang terbawa banjir. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan lebih dari Rp500 juta.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pelaku usaha di sekitar Desa Ciloto, untuk membantu warga yang tertimpa musibah banjir bandang. Banjir yang terjadi merupakan pertama kali selama kampung ini ada, akibat aliran anak sungai Kampung Parabon, terhambat," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022