Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan pemeriksaan kesehatan secara intensif terhadap seorang pasien yang diduga terjangkit COVID-19 varian Omicron sebagai langkah dini untuk mencegah penularannya.

"Dia dicurigai karena pulang dari Jakarta dan bergejala, kami antisipasi, soalnya kalau benar itu cepat menularnya, walaupun gejalanya ringan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Leli Yuliani saat dihubungi wartawan di Garut, Senin.

Baca juga: Luhut perkirakan puncak Omicron di Indonesia pertengahan Februari-awal Maret

Ia menjelaskan petugas kesehatan sudah melakukan langkah antisipasi terhadap seorang pasien yang dicurigai terjangkit Omicron dengan penanganan medis di di rumah sakit.

Dinas Kesehatan Garut, kata dia, telah mengambil sampel dari pasien tersebut untuk diperiksa di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta yang memiliki peralatan medis mendeteksi ada atau tidaknya penularan Omicron.

"Kami sudah ambil spesimennya untuk dikirim ke Jakarta, pemeriksaan bisa 1-2 minggu," katanya.
Ia menyampaikan kasus COVID-19 di Garut terjadi kenaikan di awal tahun 2022 meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Baca juga: Kominfo ingatkan masyarakat tidak keluar negeri cegah lonjakan COVID-19

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap mewaspadai penularan wabah COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

"Memang kalau melihat data mulai ada kenaikan meski tak banyak, kami imbau semua tetap taat prokes, apalagi sekarang mulai longgar lagi," demikian Leli Yuliani .

Baca juga: 748 kasus Omicron hingga 15 Januari 2022, sebut Kemenkes

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022