Harga minyak goreng dan cabai rawit yang melambung pada bulan Oktober 2021 menjadi salah satu penyebab terjadinya inflasi di Kota Cirebon, Jawa Barat, demikian hasil dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

"Kota Cirebon pada bulan Oktober mengalami inflasi sebesar 0,08 persen," kata Kepala BPS Kota Cirebon Joni Kasmuri di Cirebon, Senin. 

Joni mengatakan inflasi di Kota Cirebon pada bulan Oktober 2021, dikarenakan ada beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga. 

Seperti naiknya harga minyak goreng, beras, cabai merah, daun bawang, seragam sekolah, dan juga daging ayam ras. 

Ia melanjutkan perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2021 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. 

"Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen, atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 104,12 pada bulan September 2021, menjadi 104,20 pada Oktober 2021," tuturnya. 

Joni menambahkan dari 11 kelompok pengeluaran, enam mengalami inflasi, satu deflasi, dan empat kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

Untuk  kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, sementara pakaian serta alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,44 persen. 

Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,01persen, kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Kelompok transportasi inflasi sebesar 0,06 persen. 

"Kelompok kesehatan, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, dan kelompok restoran tidak mengalami perubahan indeks," ujarnya. 

Sementara untuk kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.

Baca juga: BPS catat inflasi Oktober 0,12 persen

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di kota Cirebon bertambah empat orang

 

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021