Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat diberi pelatihan cara bisnis digital untuk memanfaatkan peluang pasar daring sehingga usahanya semakin berkembang dan memberikan kesejahteraan secara finansial.

"Para PKL ini akan dimentorin saat selesai (pelatihan), dan langsung mengaplikasikan melakukan bisnis digital di sejumlah platform yang ada saat ini," kata Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut Letkol CZi Deni Iskandar sebagai penyelenggara pelatihan yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) di Garut, Jumat.

Ia menuturkan Kodim 0611 Garut melakukan kegiatan pelatihan bisnis digital dengan menggandeng akademisi dari STAI LAN untuk memberikan berbagai materi tentang mengambil peluang bisnis di era digital kepada puluhan PKL di Garut.

Pelatihan itu, bertujuan membangkitkan perkonomian masyarakat Garut, khususnya PKL agar mendapatkan penghasilan yang lebih besar di tengah pandemi COVID-19.

"Ada puluhan PKL yang ikut pelatihan ini, kami ingin memberikan solusi, bukan hanya membubarkan kegiatan mereka yang bisa mengundang kerumunan, ini menjadi program bakti kemandirian masyarakat," kata Deni

Ia menyampaikan seluruh PKL yang hadir merupakan pedagang dari berbagai jenis produk seperti kuliner, pakaian, aksesoris, dan lain-lain yang memiliki potensi untuk menjual produknya di pasar daring.

Pelatihan itu, kata Deni, meliputi teori dan praktik cara menjual produk yang dijualnya agar lebih menarik melalui telepon selulernya yang terkoneksi dengan internet.

Ia berharap cara berjualan secara daring itu selain bisa meningkatkan penjualan, juga dapat mengurangi kerumunan orang di tengah pandemi COVID-19.

"Minimalnya kegiatan mereka tidak menimbulkan kerumunan karena fokus jualan online, kalau sudah begitu, kita ke depannya mengupayakan agar Garut bisa turun level lagi ke Level 1," katanya.

Akademisi STIA LAN Endang Wirjatmi Trilestari mengatakan proses pelatihan kepada PKL itu meliputi tiga materi utama yakni ide bisnis, 'marketplace', dan merek produk yang bisa dipasarkan di pasar daring.

"Para PKL ini kita berikan wawasan tiga hal itu, nantinya menggunakan telepon pintar milik para PKL, mereka bisa memasarkan produk-produknya, baik melalui aplikasi atau secara langsung," katanya.

Baca juga: Pemkab Garut siapkan bantuan uang tunai bagi PKL terdampak PPKM

Baca juga: Alasan Bupati Garut batasi PKL di pusat kota

Baca juga: Pemkab Garut berupaya manfaatkan dua Gedung PKL untuk tumbuhkan usaha

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021