Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Polres Bogor menyasar santri dan kiai pada vaksinasi COVID-19 di Mapolres, Cibinong, Bogor, Sabtu.

"Kita ingin melindungi kyai, santri, asatidz dan masyarakat, karena kami (GP Ansor) sebagai santri NU (Nahdlatul Ulama) maka kewajiban kami menjaga kiai, salah satunya dengan vaksin agar para santri, kiai sehat dan kuat," kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamiry A Ghazaly usai pelaksanaan vaksinasi.

Dirinya berharap vaksinasi terhadap kiai dan santri dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan menciptakan kekebalan komunal di Kabupaten Bogor, khususnya pada lembaga keagamaan dan lingkungan pondok pesantren.

Ia menyebutkan bahwa panitia menyediakan 2.000 dosis vaksin untuk mendukung percepatan vaksinasi yang terus gencar dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor.

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan pihaknya dibantu kepolisian menjadwal peserta vaksin untuk bergiliran masuk ke area vaksinasi.

"Mulai pendaftaran melalui online, sudah kita atur dan dipastikan peserta datang sesuai dengan agenda yang sudah ditentukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Dhami.

Sementara, Kapolres Bogor AKBP Harun memuji langkah GP Ansor yang telah menggelar vaksinasi khusus para santri dan kiai. Ia mengajak para peserta tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin.

"Terima kasih kepada pengurus GP Ansor atas kerja sama program vaksinasi ini. Walaupun sudah divaksin, mari tetap terapkan protokol kesehatan agar selalu sehat," kara Harun.

Anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor Saepudin Muhtar yang hadir mewakili Pemkab Bogor menyebutkan bahwa kegiatan tersebut sekaligus meyakinkan para ulama bahwa vaksin COVID-19 aman dan halal.

"Ini bagian dari upaya hifdzun Nafs (menjaga diri) dari penyebaran COVID-19. Semoga para santri dan para pimpinan pesantren di Kabupaten Bogor ini sudah mendapatkan vaksinasi semua sehingga muncul herd imunity atau kekebalan komunal," kata pria yang akrab disapa Gus Udin itu.

Baca juga: 31.753 kasus positif COVID-19 baru, tapi 39.716 pasien sembuh

Baca juga: Purwakarta terima tiga jenis vaksin COVID-19 dari Kemenkes

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021