Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) membahas kendala vaksinasi massal di kota-kota di seluruh Indonesia serta usulan percepatan pelaksanaannya kepada pemerintah pusat.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya, di Kota Bogor, Selasa, mengatakan kendala vaksinasi massal tersebut disampaikan oleh anggota, pengurus, hingga Dewan Pengawas Apeksi.

Ia menjelaskan pada rapat koordinasi Apeksi secara virtual, Senin (19/7), dengan agenda percepatan vaksinasi, sejumlah anggota, pengurus, dan dewan pengawas mengemukakan persoalan yang terjadi di kota-kota yang dipimpin masing-masing.

Beberapa persoalan yang disampaikan, di antaranya vaksinasi bagi orang usia lanjut (lansia), ketersediaan vaksin yang terbatas berbanding terbalik dengan antusiasme masyarakat yang ingin divaksin, sosialisasi kepada orang tua pelajar yang menjadi sasaran penerima vaksin, hingga ketersediaan tenaga kesehatan sebagai vaksinator.

"Data capaian masing-masing target pelaksanaan vaksinasi di daerah juga menjadi keluhan para wali kota anggota Apeksi," katanya.

Bima Arya menyarankan pemerintah kota menjalin kerja sama dengan Polri dan TNI untuk bersama-sama melaksanakan vaksinasi guna mendukung percepatan capaian target vaksinasi.

Ada juga pemerintah kota yang menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki institusi kesehatan untuk percepatan capaian vaksinasi. Koordinasi antarlembaga juga salah satu percepatan capaian target vaksinasi.

Pada rapat koordinasi tersebut, Bima Arya mencatat ada empat poin kendala vaksinasi, yakni pencairan insentif bagi tenaga kesehatan, distribusi vaksin, kepastian ketersediaan vaksin, dan pendaftaran warga yang ingin divaksin.

Bima Arya menyatakan akan segera menyampaikan semua masukan yang menjadi persoalan di daerah kepada pemerintah pusat.

Baca juga: Letak geografis menjadi kendala vaksinasi lansia di Cianjur

Baca juga: Pelajar di Bandung jadi sasaran vaksinasi covid massal

Baca juga: Dinkes Kota Bogor vaksinasi massal untuk 10.500 orang

Pewarta: Riza Harahap

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021