Para pakar dari IPB University menjelaskan bahwa biosains sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dapat dipadukan dalam memahami makhluk hidup, salah satunya adalah hewan.

Menurut keterangan resmi IPB University yang diterima di Jakarta, Kamis, Dedy Duryadi Solihin sebagai akademisi Program Studi Biosains Hewan menyampaikan tentang kajian ekologi dan molekuler dalam studi biosains hewan dengan beberapa hewan diiidentifikasi berdasarkan kajian ilmiah dengan indikator ukuran, lingkungan dan lain sebagainya.

"Secara teori evolusi, pemisahan hewan di tempat yang berbeda akan beradaptasi dengan lingkungan barunya, ada dua kemungkinan yaitu berhasil atau gagal. Di tempat baru tadi dia akan menyesuaikan, perilakunya akan berubah seiring dengan predator yang dihadapi," ujar Dedy, yang merupakan pakar konservasi genetik.



Dia memberikan contoh implementasi biosains pada buaya yang kehidupannya bergantung pada lingkungan dengan faktor suhu tertentu.

"Pada suhu tertentu, buaya tersebut bisa menjadi jantan dan bisa menjadi betina. Hal ini berkemungkinan juga terjadi pada ikan," jelas Dedy.



Alumnus IPB University dari Program Studi Biosains Hewan, Jarulis, juga memberikan contoh burung Beo Enggano. Menurutnya, burung jenis itu memiliki karakter molekuler yang berbeda dengan populasi lainnya di dunia.

"Secara genetik, Beo Enggano belum terpisah menjadi spesies sendiri. Oleh karena itu ke depannya, Beo Enggano perlu mendapatkan perhatian dengan pencegahan perdagangan ilegal dan perbaikan habitat yang sesuai untuk tumbuh kembangnya," jelas Jarulis.



Saat ini, program studi Biosains Hewan IPB merupakan program studi pascasarjana yang telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Program studi Biosains Hewan IPB University turut menjadi pusat unggulan dalam pendidikan tinggi untuk menghasilkan Magister dan Doktor yang berkompeten dalam biologi molekuler, perumusan masalah ilmiah, menyelenggarakan eksperimen secara mandiri, serta mampu mengomunikasikan risetnya ke masyarakat.

"Departemen Biologi IPB University terus berkomitmen untuk menyampaikan ilmu pengetahuan yang kami kembangkan di Departemen Biologi, baik itu melalui webinar maupun melalui pertemuan nasional dan internasional," jelas Miftahudin, Ketua Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Baca juga: Pakar IPB sebut kolaborasi jadi kunci penting untuk teliti terumbu karang

Baca juga: Pakar IPB: Masyarakat kenal rempah sejak 400 M

Baca juga: Implementasi aturan rajungan mesti dirujuk semua pihak

Pewarta: Prisca Triferna Violleta

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021