Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Medan terkait penataan kota agar mampu menjadi destinasi wisata unggulan terutama wisata malam dan kuliner. 

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi sejumlah objek wisata bersejarah di kawasan Kesawan, Medan, pada Rabu (31/3) malam.

"Karena saya juga arsitek yang pernah menjadi wali kota, gagasan untuk pedistrianisasi ini tinggal aktivitasnya harus didesain. Apakah kuliner PKL (pedagang kaki lima), tiang lampunya didesain unik, sehingga kunci pendapatan kota itu pariwisata," katanya.

Ridwan yang didampingi Wali Kota Medan Bobby Nasution juga menyampaikan gagasan agar Kota Medan bisa cepat berubah secara reformasi birokrasi.

"Kami ada aplikasi yang akan kita hibahkan, kalau berkenan," katanya.

Menurutnya, meskipun saat ini masih pandemi COVID-19, pemerintah daerah harus terus berbenah, terutama dalam sektor pariwisata.

"Kalaupun sekarang masih COVID-19, tapi suatu hari kalau sudah normal, orang ingin ke Medan, biasanya wisata malam dan kuliner. Mudah-mudahan lancar menjadi harapan mimpi orang Medan, kotanya luar biasa," katanya.

Ia mengatakan bahwa kunjungannya ke Medan dalam rangka pertemuan dengan kepala daerah penghasil migas di Sumatera.

"Saya miliki agenda sebagai ketua umum asosiasi daerah penghasil migas dan energi terbarukan. Tadi kota-kota di Provinsi Sumatera sudah berkumpul di Medan, karena kita akan dengar pendapat dengan DPR, itu agenda utama. Tapi karena lokasinya ada di Kota Medan, kurang sopan kalau saya tidak bertemu dengan wali kota," katanya.

Pada kesempatan itu Ridwan Kamil juga mengunjungi Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani, Kesawan.

Rumah Tjong A Fie merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Medan dengan bangunan yang didesain dengan gaya arsitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco.

Usai dari Rumah Tjong A Fie, Ridwan Kamil bersama Bobby makan di restoran legendaris di Medan, yakni Tip Top Restaurant.

Tip Top Restaurant memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi karena sudah dibuka sejak Indonesia belum merdeka, yaitu tahun 1934 dan hingga kini masih berdiri pada bangunan yang sama di Kesawan  Medan.

 

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021