Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah mengumpulkan 8.500 karung berisi pasir tercampur minyak mentah di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jabar.

Corporate Secretary PHE ONWJ Whisnu Bahriansyah, di Karawang, Kamis, mengatakan selama ini pihaknya tidak mengetahui sumber minyak mentah yang mencemari perairan wilayah Karawang.

Meski begitu pihaknya dari PHE ONWJ tetap melakukan pembersihan ceceran minyak mentah di perairan dan pesisir Karawang.

Ia mengatakan, pada periode 22 Februari hingga 9 Maret 2021, Tim PHE ONWJ bersama Pertamina Patra Niaga, Elnusa dan masyarakat setempat berinisiatif membersihkan 14 titik yang menjadi lokasi ceceran minyak mentah.



Ada ratusan personel yang dikerahkan setiap hari untuk melakukan pembersihan ceceran minyak mentah itu.

“Kami menyisir 50 kilometer di garis pantai Karawang hingga wilayah Bekasi. Per 7 Maret, sudah terkumpul 8.500 karung ukuran 5 kilogram berisi pasir yang tercampur minyak,” katanya.

Sementara itu, terkait munculnya ceceran minyak di perairan dan pesisir Karawang, pihak PHE ONWJ memastikan ceceran minyak mentah yang mencemari sejumlah titik perairan Kabupaten Karawang, Jabar, sekitar dua pekan lalu bukan dari produksi PHE ONWJ.

Menurut Whisnu Bahriansyah, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan uji laboratorium sampel minyak mentah tersebut.

Hasilnya, ceceran minyak mentah tersebut berbeda dengan karakter minyak yang selama ini diproduksi oleh PHE ONWJ.

“Kami telah melakukan uji laboratorium untuk mengidentifikasi sampel minyak yang diambil di beberapa titik wilayah perairan Karawang. Dari hasil laporan laboratorium Geoservices ternyata sampel minyak itu tidak memiliki kesamaan komposisi hidrokrabon dengan minyak yang diproduksi PHE ONWJ,” katanya.

Hasil uji laboratorium ceceran minyak mentah itu sudah disampaikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang.*
 

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021