Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengkaji terlebih dahulu pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah secara tatap muka setelah ada instruksi baru dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
 
Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Bandung, Jumat, mengatakan aktivitas di gedung atau pun ruang sekolah sempat vakum sekitar delapan bulan karena COVID-19. Maka dari itu, sarana dan prasarana yang menunjang protokol kesehatan harus ditinjau kembali.
 
"Tentu kita adakan kajian dan rekonsiliasi dengan semua unsur pimpinan di Kota Bandung, terutama di bidang pendidikan, supaya keputusan kita ada dasarnya," kata dia.
 
Ia mengatakan setiap daerah memiliki ketentuan masing-masing dalam menyikapi rencana pembukaan sekolah tatap muka tersebut. Setiap daerah memiliki keadaan penyebaran kasus COVID-19 yang berbeda-beda.
 
"Saya kira ini kebijakan yang menyerahkan ke daerah, karena masing-masing wilayah pasti berbeda," kata Oded.
 
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pemerintah memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan pembelajaran tatap muka mulai semester genap 2020-2021 atau Januari 2021.
 
“Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag. Pemberian kewenangan penuh pada pemda tersebut dalam penentuan pemberian izin pembelajaran tatap muka,” kata dia.
 
Kota Bandung kini masih masuk zona oranye level kewaspadaan COVID-19 berdasarkan kajian Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat.
 
Sejauh ini, di Kota Bandung sudah ada 2.689 orang yang terkonfirmasi COVID-19 kumulatif, 2.219 orang dinyatakan sembuh, 363 kasus terkonfirmasi COVID-19 aktif, dan 107 orang dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Mendikbud tegaskan perguruan tinggi juga diperbolehkan perkuliahan tatap muka

Baca juga: IPB pertimbangkan banyak hal untuk perkuliahan tatap muka

 

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020