Harga emas jatuh lagi untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi Amerika Serikat yang positif meningkatkan harapan untuk pemulihan yang cepat sehingga merusak daya tarik logam mulia sebagai aset safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun 6,9 dolar AS atau 0,35 persen menjadi ditutup pada 1.937,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (2/9/2020), emas berjangka anjlok 34,2 dolar AS atau 1,73 persen menjadi 1.944,70 dolar AS.

Emas berjangka naik tipis 0,3 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.978,90 dolar AS pada Selasa (1/9/2020), setelah menguat 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.978,60 dolar AS pada Senin (31/8/2020), dan melambung 42,3 dolar AS atau 2,19 persen menjadi 1.974,90 dolar AS pada Jumat (28/8/2020).

Penurunan klaim pengangguran AS yang dilaporkan Kamis (3/9/2020) dan data manufaktur positif yang dilaporkan awal pekan ini mengurangi daya tarik emas, kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah satu juta minggu lalu untuk kedua kalinya sejak pandemi dimulai, tetapi tidak menandakan pemulihan yang kuat di pasar tenaga kerja karena penurunan tersebut sebagian besar mencerminkan perubahan dalam metodologi yang digunakan untuk mengatasi fluktuasi musiman pada data.

Tetapi data awal pekan ini meningkatkan optimisme tentang pemulihan yang stabil. Pesanan baru untuk barang-barang buatan AS meningkat lebih besar yang diperkirakan pada Juli, sementara data manufaktur AS menunjukkan aktivitas yang lebih cepat mendekati level tertinggi dua tahun pada Agustus.

Namun, pejabat Federal Reserve mengatakan dukungan lebih lanjut untuk perekonomian diperlukan. Gubernur Fed Lael Brainard pada Selasa (1/9/2020) mengatakan bank sentral AS perlu melakukan upaya baru untuk membantu ekonomi mengatasi dampak pandemi dalam beberapa bulan mendatang.

"Tindakan gubernur Fed untuk memberikan lebih banyak stimulus memperkuat fakta bahwa ekonomi masih dalam krisis dan sedikit penurunan pada aset-aset safe-haven seperti emas yang kami lihat hanyalah konsolidasi," kata Meger.

Emas telah naik sekitar 27 persen sejauh tahun ini karena pandemi virus corona menghantam ekonomi global dan mendorong langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Fundamental (masih) terlihat cukup kuat untuk emas karena ancaman virus masih ada, lingkungan suku bunga yang sangat rendah dan ruang untuk lebih banyak stimulus guna meningkatkan ekonomi," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 52 sen atau 1,9 persen menjadi ditutup pada 26,875 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober jatuh 14,5 dolar AS atau 1,6 persen menjadi menetap pada 889,6 dolar AS per ounce.

Baca juga: Harga emas anjlok 34,2 dolar AS dipicu kenaikan dolar dan pemulihan ekonomi

Baca juga: Turun Rp2.000, harga emas Antam Rabu ini Rp1.024.000/gram


 

Pewarta: Apep Suhendar

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020