Sejumlah perusahaan masih ada yang menerapkan bekerja dari rumah, atau work from home/WFH, meski pun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diperlonggar di beberapa wilayah.

"Ketika bekerja dari rumah, kita harus waspada, bekerja di luar jaringan perusahaan harus hati-hati," kata Country Manager Palo Alto Networks Indonesia, Surung Sinamo, dalam diskusi online, Rabu.

Keamanan siber di perusahaan umumnya lengkap, ketika bekerja dari rumah, salah satu tantangan adalah bagaimana memindahkan proteksi pada tingkat yang sama ke rumah, ke perangkat-perangkat yang digunakan untuk bekerja misalnya laptop.

Palo Alto Indonesia menyarankan, hati-hati dengan aplikasi dipasang pada perangkat, pastikan aplikasi tersebut resmi. Jika aplikasi penunjang kerja tersebut tidak berbayar, pastikan lagi keamanan sebelum memasang.

"Jangan sembarangan pakai aplikasi," kata Surung.

Selain itu, Surung juga menyarankan untuk menggunakan VPN ketika sedang bekerja dari rumah.

Director of Systems Engineering Palo Alto Networks Indonesia, Yudi Arijanto, dalam acara yang sama, berpendapat perusahaan perlu mengatur strategi keamanan siber perusahaan karena kemungkinan besar bekerja dari jarak jauh akan dipakai untuk jangka panjang.

Perusahaan yang tidak mengantisipasi bekerja dari rumah dikhawatirkan akan tidak sanggup menghadapi kenaikan signifikan lalu lintas.

Baca juga: Zoom gandakan perkiraan pendapatan tahunan seiring banyak WFH

Baca juga: Facebook izinkan karyawan WFH selamanya

Baca juga: Twitter izinkan karyawan WFH selcara permanen

Pewarta: Natisha Andarningtyas

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020