Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut siap menerjunkan petugas medis untuk memeriksa kesehatan secara cepat atau rapid test COVID-19 bagi 200 pedagang di Pasar Induk Ciawitali, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk mengetahui ada atau tidaknya penyebaran virus di pasar tersebut.

"Kita Selasa besok juga akan rapid test massal di Pasar Ciawitali," kata Bupati Garut Rudy Gunawan saat meninjau Pos Pemeriksaan Kadungora dalam rangka pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Garut, Jumat.

Ia menyampaikan, berdasarkan laporan awal ada dua ribuan pedagang di Pasar Induk Garut yang tersebar di tempat titik pasar.

Namun jumlah tersebut, kata dia, tidak semuanya diperiksa, melainkan dilakukan secara acak dengan masing-masing titik sebanyak 50 orang menjalani rapid test COVID-19.

"Pedagang kan ada sekira dua ribuan, kita akan lakukan di empat titik pasar, setiap titik 50 sampel, berarti ada 200 orang," katanya.

Pemeriksaan kesehatan terhadap sebagian pedagang di pasar induk Garut itu, kata dia, bagian dari Pemkab Garut dalam mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Pelaksanaannya, kata dia, akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Garut, bekerja sama dengan petugas gabungan dari kepolisian, TNI dan instansi terkait lainnya sekaligus memastikan kembali jumlah orang yang harus diperiksa.

"Kita akan koordinasi dengan polisi dan TNI, jumlahnya akan dihitung lagi oleh Dinas Kesehatan," katanya.

Sementara itu, Bupati berharap seluruh elemen masyarakat dapat mematuhi peraturan yang diterapkan dalam PSBB seperti selalu memakai masker saat di luar rumah, tidak mudik, dan menjaga lingkungan bersih untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 di Garut.

"Kami harap masyarakat tertib dan tak bergerombol," katanya.

Baca juga: Pemkab Garut siapkan seribu APD untuk petugas kesehatan

Baca juga: Polisi Garut tertibkan warga makan di warung mie saat PSBB



 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020