Banjir yang menggenangi ratusan rumah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (9/1) dipastikan sudah surut pada Jumat (10/1) dini hari.

"Air sudah surut pada Jumat (10/1) sekitar jam 03.00 dini hari," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana di Indramayu, Jumat.

Edi mengatakan banjir yang terjadi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, diakibatkan meluapnya sungai Panggang Welut dan Kali Cisetan.

Hal ini dikarenakan di wilayah Indramayu, pada Kamis (9/1) turun hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi cukup lama, sehingga sungai tidak bisa menampung debit air yang besar.

"Banjir ini akibat hujan yang terus menerus dan meluapnya Kali Panggang Welut serta Cisetan," ujarnya.

Edi menuturkan banjir yang sempat melanda Desa Sumuradem itu mengakibatkan ratusan rumah terendam sedalam 50 sampai 90 sentimeter.

Selain itu juga menyebabkan satu unit rumah warga ambruk, karena pada saat itu hujan juga disertai dengan angin kencang.

"Ada juga satu unit rumah ambruk akibat hujan disertai angin kencang," katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil usul bangun empat bendungan baru di Jabar kepada Presiden

Baca juga: Anggota Polresta Tasikmalaya dibekali kemampuan selamatkan korban banjir
 

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020