Bupati Garut Rudy Gunawan meminta Perum Perhutani bertanggung jawab dampak dari peristiwa kebakaran hutan di Gunung Cikuray, Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena kebakaran itu telah merugikan masyarakat sekitar gunung.

"Saya akan kirim surat ke Perhutani terkait ini," kata Bupati Garut kepada wartawan di Garut, Senin.

Ia menuturkan, Perhutani seringkali membiarkan areal hutan menjadi kawasan pertanian yang selama ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh petani besar bukan oleh petani kecil.

Perhutani, lanjut dia, seringkali membiarkan lahan hutan di Gunung Cikuray dipakai perhutanan sosial yang selama ini justru akan membahayakan petani dan masyarakat jika terjadi kebakaran.

"Mereka sering kasih alasan lahan dipakai perhutanan sosial, tapi jangan sampai membahayakan masyarakat perhutanan sosial itu," katanya.

Bupati berjanji akan meninjau langsung areal hutan terbakar di Gunung Cikuray untuk mengetahui adanya pelanggaran dalam pemanfaatan lahan atau tidak.

"Nanti saya akan cek ke lapangan, mau lihat kondisinya langsung," katanya.

Ia mengungkapkan, lahan hutan di Gunung Cikuray seharusnya menjadi kawasan konservasi, namun seringkali ada pembiaran lahan untuk menjadi kawasan pertanian.

Bupati menegaskan, secara lembaga akan menggugat Perhutani jika ada pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah di Garut.

"Pemkab bakal menggugat Perhutani jika ada pembiaran terus soal lahan ini, tidak sesuai dengan RTRW kami," katanya.

Administrator Perhutani KPH Garut, Nugraha mengatakan, pernyataan Bupati Garut tersebut merupakan hal wajar, terutama adanya peristiwa kebakaran di Gunung Cikuray.

Ia menyampaikan, insiden kebakaran hutan sulit dihindari terutama saat musim kemarau, meski begitu jajarannya terus berupaya mengantisipasi kebakaran hutan.

"Itu kan (bupati) untuk menjamin dan meminta pertanggungjawaban, saya kira hal wajar," katanya.

Baca juga: Lahan Perhutani di Gunung Cikuray Garut terbakar

Baca juga: Areal hutan Gunung Papandayan di Garut terbakar

 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Feri Purnama


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019