Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan seperti organisasi nirlaba bidang kesehatan untuk memperkuat sistem digitalisasi agar pelayanan kesehatan primer di daerah itu semakin baik.
"Garut sekarang menjadi atensi dari semua pihak untuk bersama-sama berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer dengan cara melakukan digitalisasi," kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin usai membahas kelanjutan dan perluasan Program Digitally Enabled District (DED) di Pendopo Kabupaten Garut, Selasa.
Ia menuturkan Pemkab Garut terus berkomitmen dalam pembangunan kesehatan melalui digitalisasi, dan saat ini berkolaborasi dengan Gates Foundation didampingi Summit Institute Development organisasi nirlaba, dan Kementerian Kesehatan.
Ia berharap program digitalisasi kesehatan di Garut bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan bersama untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, terukur, dan efektif.
"Dengan digitalisasi maka diharapkan pelayanan akan lebih cepat, terarah, terukur, dan juga lebih efektif, dengan demikian ke depan kondisi kesehatan di Kabupaten Garut akan semakin baik," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani menambahkan, saat ini implementasi digitalisasi baru menjangkau sembilan puskesmas dan rencananya akan terus dilakukan perluasan.
Dengan adanya dukungan kolaboratif itu, kata dia, maka ditargetkan tahun 2026 program digitalisasi bertambah menjadi 18 puskesmas, dan tahun 2027 diharapkan seluruh puskesmas tersebar di 42 kecamatan sudah melaksanakan digitalisasi sistem informasi kesehatan.
Menurut dia penting menerapkan digitalisasi kesehatan sebagai dasar pengambilan keputusan, kemudian ke depan aplikasi data kesehatan di puskesmas akan disatukan dalam satu platform.
