Institut Teknologi Bandung (ITB) akan mengumumkan 10 calon Rektor ITB pada tanggal 10 Oktober 2019 dan saat ini sebanyak 30 nomine yang mengikuti proses Pemilihan Rektor ITB 2020-2025 telah memberikan paparan dan tanya jawab untuk ITB lima tahun kedepan di hadapan 14 panelis ahli dari berbagai elemen.

"Kita akan melakukan rapat dengan tim Panel Ahli untuk memutuskan 10 Bakal Calon Rektor ITB, setelah dilakukan assessment yang lain sebagai bagian dari penilaian. Kurang lebih pada 10 Oktober 2019 kita akan umumkan 10 nama Bakal Calon Rektor ITB," kata Ketua Majelis Wali Amanat (MWA ITB) Yani Panigoro dalam siaran pers Humas ITB, Senin.

Ke-30 nomine calon rektor tersebut telah memberikan paparan dan tanya jawab untuk ITB lima tahun ke depan dihadapa  14 Panel Ahli, Anggota Senat dan MWApada 20-21 September 2019, di Gedung CRCS ITB Kota Bandung.

Kegiatan paparan para nomine di bagi dua hari, pada hari pertama berjumlah 15 nomine dan hari kedua juga 15 nomine.

"Presentasi telah berjalan dengan lancar sesuai rencana dan semua nomine memberikan yang terbaik untuk ITB, para nomine memiliki kekuatan khusus di bidang tertentu dan mudah-mudahan semua ini menjadi bagian yang penting untuk ITB pada periode 2020-2025 nanti. Karena konten yang dipresentasikan itu semua untuk menuju ITB yang lebih baik, bagaimana ITB menghadapi masa depan," ujar Yani Panigoro.

Yani meyakini, jika gagasan untuk ITB yang dipaparkan para nomine tersebut bisa dikolaborasikan oleh rektor terpilih nanti, ITB akan semakin lebih baik lagi.

Adapun untuk agenda selanjutnya, dari 30 nomine ini akan disaring menjadi 10 Bakal Calon Rektor ITB oleh MWA. 

Namun diakuinya, proses penetapan menjadi 10 nama tersebut memang sulit, karena tiap nomine mempunyai keunikan dan gagasan yang sangat bagus untuk ITB.

Kemudian dari 10 bakal calon tersebut akan disaring kembali menjadi tiga nama sebagai Calon Rektor ITB 2020-2025 oleh Senat Akademik. 

Yani melanjutkan, setelah ditetapkan 10 bakal calon, maka masing-masing dari bakal calon tersebut akan menyampaikan paparan di depan Senat Akademik. 

"Kita akan memilih yang terbaik, di antara yang terbaik. Sulit sih, tapi saya yakin semua akan menerima, karena ini proses berlangsung terbuka, transparan, dan tidak menutup-nutupi apapun. Masukan-masukan dari umum pun kita terima, dari email ataupun media sosial, dan dari lembaga negara juga kita terima masukannya," ujarnya.

Yani berharap, rektor terpilih harus mampu mencerminkan kolaborasi dari kebinekaan yang terdapat di Kampus ITB, sebagaimana motto ITB yaitu 'In Harmonia Progressio'. 

"Rektor terpilih nanti bisa menjadi pemimpin 'orkestra' ITB. Kampus ini mahasiswa dan dosennya dari Aceh sampai Papua, kemudian ITB juga memiliki empat klaster pendidikan yaitu sains dan teknologi, teknik, seni, dan bisnis manajemen, yang semuanya harus bisa dikolaborasikan," katanya.


 

Pewarta: ASJ

Editor : Ajat Sudrajat


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019