Air terjun yang lebih dikenal dengan sebutan Curug Haji di Desa Cintaasih, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Jawa Barat, dikunjungi banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, meski minim fasilitas.

Sejumlah fasilitas penunjang umum seperti papan penunjuk arah, tempat parkir dan tempat sampah masih minim ditemukan di lokasi yang terletak hanya beberapa kilometer dari pusat Kabupaten Cianjur.

"Curug Haji dari Kota Cianjur berjarak  kurang dari 20 kilometer, cukup ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi roda empat dan dua, atau menggunakan angkutan kota menuju jalan Gunung Padang," kata Umar, tokoh pemuda setempat pada wartawan di Cianjur.

Namun bagi pelancong yang menggunakan kendaraan, tutur dia, harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer untuk sampai ke curug yang memiliki tiga umpakan tersebut.

"Saat berjalan kaki menuju Curug Haji pengunjung disuguhkan pemandangan yang masih alami dan dapat melihat aliran irigasi yang airnya berasal dari curug. Pulangnya wisatawan disuguhi lahan padi tadah hujan," katanya.

Ia menjelaskan, tidak hanya pemandangan tersebut, jika kebetulan wisatawan dapat melihat hewan langka seperti Elang Jawa, Oa Jawa dan Macan tutul yang kerap ditemui warga sekitar saat berladang.

"Sejak dibuka hingga saat ini, belum ada pengelola karena kawasan curug masuk ke dalam lahan Perhutani, namun tingkat kunjungan terus meningkat, bahkan minggu lalu ada turis dari Brasil yang berkunjung," katanya.

Pada hari biasa tingkat kunjungan ke Curug Haji mencapai 25 orang, sedangkan pada akhir pekan dapat mencapai 100 orang dari berbagai daerah dan wisatawan asing.

Curug tersebut semakin dikenal sehingga perlu penataan dan dibangun sarana dan prasarana penunjang serta perbaikan infrastruktur karena hingga saat ini, rest area untuk pengunjung dan parkir belum tertata dengan baik.

"Saya berharap instansi atau dinas terkait untuk segera melakukan penataan, penambahan sejumlah fasilitas penunjang umum yang lainnya agar wisatawan mudah mengunjungi Curug Haji," katanya.

Sementara itu Fauzi pengujung Curug Haji, warga Desa Nagrak, Cianjur, mengatakan baru mengetahui adancurug di  Kecamatan Gekbrong yang sudah banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri.

"Pemandangan dari tempat parkir mobil hingga ke Curug Haji sangat menjanjikan seperti berjalan di tengah hutan dengan jalur irigasi berair jernih. Kami sempat melihat Oa Jawa dan bekas cakar macan tutul di sejumlah tebing," katanya.

Ia sangat merekomendasikan wisatawan untuk datang ke Curug Haji yang jalan masuknya sama dengan jalan menuju Situs Gunung Padang, meskipun tempat wisata tersebut masih minim sarana dan prasarana penunjang.

 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019