Sumedang (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memperkuat verifikasi dan pembaruan data penerima perlindungan sosial (perlinsos) guna memastikan bantuan pemerintah diterima masyarakat yang berhak.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang Agus Kori Hidayat di Sumedang, Jumat, mengatakan pembaruan data diperlukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sehingga data penerima bantuan harus disesuaikan secara berkala.

“Alhamdulillah, kegiatan pendataan perlinsos ini kita laksanakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya saat sosialisasi perlinsos di Sukasari.

Dirinya juga mengatakan upaya tersebut telah dilakukan melalui Gebyar Aktivasi Perlinsos di Kecamatan Sukasari dengan melibatkan masyarakat dalam verifikasi kondisi sosial dan ekonomi.

Menurut dia, dalam proses pendataan ditemukan masyarakat yang sebenarnya berhak menerima bantuan, tetapi masih tercatat dalam desil kesejahteraan relatif tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan berdasarkan kondisi faktual.

Dinsos Kabupaten Sumedang melakukan perbaikan data tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas pendataan perlinsos yang juga didukung sistem digital untuk mempercepat proses verifikasi dan pemutakhiran data.

“Ada beberapa data masyarakat yang sebenarnya berhak menerima, namun desilnya masih tinggi. Ini sedang kita lakukan perbaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PANRB Rini Widyantini menyebut sebanyak 111.077 kepala keluarga (KK) telah terdaftar dalam Portal Perlinsos Sumedang atau mencapai 24,23 persen dari total 458.418 KK.

Pendataan tersebut didukung 3.847 agen, dengan 59,24 persen di antaranya telah aktif mendampingi masyarakat secara langsung, termasuk melalui pendekatan dari rumah ke rumah.

Penguatan verifikasi dan pembaruan data tersebut diharapkan membuat data perlinsos semakin akurat sehingga penyaluran bantuan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026