Cirebon (Antaranews Jabar) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Jawa Barat, pada Ramdhan dan Idul Futri tahun ini lebih memperbanyak penukaran uang pecahan Rp5.000, karena masyarakat lebih banyak yang mencarinya.

"Menurut pengalaman tahun sebelumnya bahwa masyarakat ternyata lebih menyukai pecahan Rp5.000 untuk itu di tahun 2018 terjadi peningkatan jumlahnya," kata Kepala KPwBI Cirebon, Abdul Majid Ikram di Cirebon, Selasa.

Majid mengatakan pada tahun 2017 pecahan uang Rp5.000 sebanyak Rp87 miliar dan tahun 2018 ini meningkat menjadi Rp135 miliar.

Peningkatan tersebut kata Majid, sebesar 55 persen dibandingkan tahun lalu, karena memang masyarakat lebih membutuhkan uang pecahan itu.

Majid melanjutkan kebutuhan masyarakat akan uang pecahan baru, berdasarkan penghitungan jumlah

kebutuhan sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri 1439 Hijriyah sebesar Rp5,59 triliun.

"Ada kenaikan kebutuhan uang baru sebesar 86,6 persen dibanding proyeksi kebutuhan penukaran

uang baru dan ATM di tahun 2017," ujarnya.

"Untuk tahun 2017 realisasi sebesar 86,6 persen dari proyeksi atau sebesar Rp2,6 triliun, untuk itu diprediksikan tahun 2018 juga berkisar di angka 86 persen," lanjutnya.

Menurut Majid, kebutuhan uang baru sebesar Rp5,59 triliun tersebut terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) untuk kebutuhan ATM di wilayah Ciayumajakuning dan Subang Pamanukan di Ramadhan dan Idul Fitri sebesar Rp5,01 triliun.

"Dan juga Uang Pecahan Kecil (UPK) untuk penukaran masyarakat sebesar Rp0,5 triliun," katanya.
 

Pewarta: Khaerul Izan
Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026