"Angka ini naik 4.000 orang dibandingkan tahun lalu," kata Sekretaris Eksekutif 1 SBMPTN Panlok 34 Bandung, Asep Gana Suganda, di Kampus Institut Teknologi Bandung, Selasa.
Asep mengatakan dari total peserta tersebut, sebagian mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan sebagian lagi mengikuti ujian tulis berbasis cetak (UTBC). Peserta SBMPTN yang mengikuti UTBK sebanyak 2.270 orang, untuk UTBC diikuti 52.799 peserta.
"1.000 orang dari yang mengikuti UTDK ini akan menggunakan teknologi berbasis android. Teknisnya mereka akan mengerjakan di ponsel masing-masing," katanya.
Dia mengatakan UTBK berbasis android baru diterapkan tahun ini dan Universitas Padjadjaran ditunjuk sebagai penyelenggara ujian.
Sementara itu, dari total peserta yang akan mengikuti tes, 21.849 di antaranya memilih jurusan sains dan teknologi, 27.238 memilih sosial dan hukum, sedangkan sisanya atau 6.981 orang memilih jurusan campuran.
Dari jumlah itu tercatat 10 orang berkebutuhan khusus, yaitu tiga orang tuna netra, satu tuna rungu, satu mengalami tremor dan sisanya tuna daksa.
"Harusnya ada 12 orang, tapi saat kami hubungi atau melapor hanya 10 orang. Peserta disabilitas ini pelaksanaan ujiannya kami pusatkan di ITB," katanya.
Pewarta: Asep FirmansyahEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.