Bandung (ANTARA) - Putaran kedua Final Four Proliga 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, akan ditutup dengan duel berkelas pada Minggu (19/4).

Pertandingan hari ini menjadi sorotan utama bagi para pecinta voli tanah air, khususnya laga big match di sektor putra yang mempertemukan sang juara bertahan Jakarta LavAni Livin' Transmedia melawan tim tangguh Jakarta Bhayangkara Presisi.

Laga sektor putra tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB. Pertemuan LavAni dan Bhayangkara Presisi diprediksi berjalan sengit mengingat kedua tim memiliki ambisi besar untuk mengamankan modal positif menjelang fase Grand Final di Yogyakarta.

Tak kalah seru, sektor putri akan menyuguhkan persaingan antara Jakarta Pertamina Enduro melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang akan menutup rangkaian pertandingan pada pukul 19.00 WIB.

Laga sebelumnya, Jakarta Popsivo Polwan menunjukkan respons impresif saat membalikkan keadaan untuk mengalahkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan 21-25, 27-25, 25-19, 25-18 pada laga terakhir putaran kedua Final Four Proliga 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, Sabtu malam.

Kemenangan ini menjadi penegasan mental tanding Popsivo yang tertekan di awal, namun berbalik mengendalikan permainan.

“Intinya kami menanamkan kepercayaan kepada para pemain. Dan, kami memenangi pertandingan ini,” kata pelatih Popsivo Darko Dobriskov dalam keterangan resmi setelah pertandingan.

Electric PLN tampil agresif sejak set pertama melalui Neriman Ozsoy dan Kara Bajema. Tekanan bertubi-tubi membuat Popsivo kesulitan keluar dari permainan cepat lawan, hingga akhirnya Electric memenangkan set pembuka dengan 25-21.

Namun pendulu berubah drastis pada set kedua. Popsivo mulai menemukan ritme melalui kontribusi dua pemain asingnya, Yonkaira Pena dan Malwina Smarzek.

Duel berlangsung ketat hingga dua kali deuce, sebelum Popsivo mengunci set ini dengan 27-25.

Kebangkitan itu menjadi titik balik. Pada set ketiga, Popsivo tampil lebih disiplin dan minim kesalahan. Servis tajam dan serangan konsisten membuat Popsivo unggul sampai kedudukan 25-19.

Pada set keempat, pertandingan sempat berjalan seimbang hingga 9-9. Electric  sempat memimpin 13-11, namun inkonsistensi dan kesalahan sendiri membuat mereka kehilangan kendali. 

Popsivo memanfaatkan situasi tersebut untuk menjauh 19-15 sebelum menutup pertandingan dengan 25-18.

Asisten pelatih Electric PLN Mobile Anantachai Yoonprathom mengatakan laga ini menjadi bagian dari persiapan menuju perebutan peringkat ketiga.

“Pertandingan ini kami jadikan persiapan untuk laga perebutan posisi ketiga dan keempat di Yogyakarta pekan depan,” ujarnya.

Hasil ini menjadi modal penting  Popsivo dalam menjaga kepercayaan diri menjelang fase penentuan, meski laga ini tidak lagi menentukan posisi klasemen.

 



Pewarta: Jabar Antaranews
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026