Bandung (ANTARA) - Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Rizaldy Danar Priambodo meminta masyarakat tetap tenang dan bersabar menghadapi kepadatan lalu lintas di titik rawan macet selama periode mudik Idul Fitri 1447 H terutama di jalur Selatan Jabar.

Dia menekankan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas agar momen silaturahim di kampung halaman tahun ini tidak terganggu oleh insiden di perjalanan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Jika terjadi kemacetan, kami mohon untuk tetap bersabar. Percayakan pengaturan kepada petugas dari Dishub dan Kepolisian yang sudah bersiaga di lapangan," kata Rizaldy di Bandung, Kamis.

DPRD Jabar berharap melalui koordinasi intensif antara Dishub dan Polda Jabar, perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berjalan tanpa kendala berarti.

DPRD Jabar sendiri telah melakukan pengawasan termasuk di jalur Nagreg yang berlanjut ke Posko Simpang Cihuni, Garut, guna memastikan petugas di lapangan mampu memberikan arahan yang jelas bagi pemudik untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat volume arus mudik di jalur Nagreg hingga pukul 20.00 WIB pada H-2 Lebaran 2026 Kamis ini, mencapai 129.328 kendaraan yang menuju Garut dan Tasikmalaya.

Humas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Eric A. Prabowo di Bandung, Kamis, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas dari pagi hingga saat ini dan kemungkinan akan melebihi jumlah H-3 yang mencapai 137.032 kendaraan.

"Volume kendaraan hingga malam ini tercatat mencapai 129.328 unit untuk arah Garut dan Tasik dan kemungkinan hari ini puncak arus mudik," kata Eric di Pos Pengamanan Nagreg.

Ia menjelaskan bahwa arus kendaraan yang melintas sempat mencapai rata-rata sekitar 7.000 kendaraan per jam sehingga menunjukkan tingginya pergerakan menuju timur.

Menurut dia, tingginya volume kendaraan tersebut merupakan pola yang kerap terjadi menjelang puncak arus mudik Lebaran, terutama di jalur penghubung Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya.

Eric juga menambahkan, peningkatan volume kendaraan terjadi sejak siang hingga malam hari, dengan kepadatan sesekali muncul di sejumlah titik rawan seperti turunan.

“Perlambatan biasanya terjadi di turunan dan tikungan seperti di kawasan Cikaledong, namun secara umum masih bisa dikendalikan,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas gabungan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sepenggal secara situasional.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026