Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap gudang penyimpanan sembilan bahan pokok (sembako) untuk mencegah praktik penimbunan dan menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan distribusi dan supply chain (rantai pasok) tidak terputus,” kata Farhan di Bandung, Selasa.
Menurut Farhan, pemerintah kota bersama aparat kepolisian dan Perum Bulog melakukan pengawasan terhadap gudang penyimpanan bahan pokok untuk memastikan tidak terjadi penimbunan.
Selain itu, Pemkot Bandung juga memperketat pengawasan terhadap potensi penimbunan barang yang dapat memicu lonjakan harga di pasar.
Ia menambahkan pemerintah kota telah memiliki daftar gudang resmi beserta data stok bahan pokok yang tersimpan di dalamnya. Apabila ditemukan jumlah penyimpanan yang melebihi batas kewajaran, pemerintah akan segera mengambil tindakan.
“Kami sudah memiliki daftar gudang resmi dan stoknya. Jika ada yang melebihi kewajaran akan langsung kami tindak agar tidak terjadi penimbunan dan harga tetap dalam jangkauan yang wajar,” kata Farhan.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Anton mengatakan pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional.
Menurut dia, kepolisian akan turun langsung ke lapangan apabila ditemukan indikasi gangguan distribusi atau lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kami selalu mengawasi dan mengecek ke lapangan. Jika memang ada hal-hal yang perlu kami intervensi, kami akan bersama-sama turun ke lapangan,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Bandung perketat gudang cegah penimbunan sembako jelang Lebaran
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026