Dalam penelitiannya, ia menemukan sejumlah fakta yang meluruskan narasi sejarah yang selama ini berkembang, termasuk soal kepengurusan kebun binatang.

Lebih lanjut, Yudi menilai Kebun Binatang Bandung memiliki nilai historis dan kultural yang kuat bagi masyarakat. Ia menyebut kebun binatang sebagai bagian dari memori kolektif warga Bandung lintas generasi.

“Secara kultural, kebun binatang ini milik warga. Lahannya milik pemerintah, pengelolaannya untuk kepentingan publik. Kalau sampai hilang, masyarakat pasti kehilangan ruang rekreasi dan edukasi yang punya ikatan emosional sangat kuat,” katanya.

Ia berharap hasil riset tersebut dapat menjadi rujukan dalam melihat sejarah dan masa depan Kebun Binatang Bandung secara lebih utuh dan berbasis data.

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Peneliti sejarah: Lahan Bandung Zoo bukan milik perorangan

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026