Sebaliknya, PSIM mengonversi dua dari 10 peluang, dalam tempo empat menit.
Pemain Malut United Septian David Maulana menegaskan bahwa kekalahan ini bukan akhir dari segalanya.
"Masih banyak pertandingan yang akan kami hadapi. Kami akan memanfaatkan jeda kompetisi untuk melakukan evaluasi dan kembali lebih baik. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat Maluku Utara dan Maluku," kata Septian dalam konferensi pers pascalaga.
Hal senada disampaikan pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, yang menilai timnya tidak tampil dalam performa terbaik.
"Malam ini para pemain bermain di bawah form terbaiknya. Banyak peluang yang tidak bisa dimaksimalkan. Sebaliknya, PSIM mampu memanfaatkan dua peluang emas mereka. Itu menjadi salah satu masalah yang akan kami evaluasi, " ujar Hendri.
Hendri tetap optimistis timnya bangkit pada laga berikutnya.
"Kami kecewa dengan hasil ini, tapi perjalanan masih panjang. Saya percaya Malut United akan kembali ke performa terbaik di pertandingan mendatang," imbuh pelatih berusia 59 tahun itu.
Malut United harus puas di peringkat ke-6 klasemen Super League dengan lima poin, terpaut satu angka dari Persebaya yang menempati posisi kelima.
Sementara PSIM Yogyakarta menjaga posisi mereka di papan atas.
Malut United akan mencoba bangkit saat bertandang ke kandang Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, pada 12 September pukul 19.00 WIB.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PSIM bungkam Malut United 2-0 di Gelora Kieraha
Pewarta: Abdul FatahEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026