"Untuk puncak arus mudik lebaran di Tol Purbaleunyi ini diperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran," kata General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi di Kantor PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Pasteur Jawa Barat, Kamis.
Setia mengatakan Tol Purbaleunyi yang menghubungkan jalur selatan Jawa Barat itu, memiliki tren bahwa peningkatan kepadatan kendaraan sering terjadi pada H-2.
Menurutnya, sebelum puncak arus mudik, jumlah kendaraan yang melintas tercatat 30.000-40.000 unit per harinya. Namun, saat memasuki puncak arus mudik, jumlah tersebut melonjak.
"Tapi pada saat H-2 atau ketika hari H atau pas silaturahim H+1 itu bisa mencapai 42.000 kendaraan per harinya (yang keluar dari GT Cileunyi)," kata dia.
Sementara untuk jalur Selatan, mulai Rancaekek, Nagreg, Garut, Tasikmalaya dan sekitarnya mulai terjadi kepadatan pada H-1 hingga H+1 sehingga jalur tersebut sering disebut sebagai arus silaturahmi.
"Arus silaturahim kita sebut itu yakni H-1 satu dan H+1. Itu biasanya menyebabkan antrean. Arteri Garut Sumedang itu jalur favorit," katanya.
Pewarta: Asep Firmansyah: Ajat Sudrajat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.