Dia meminta jajaran BKKBN untuk menguatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, mengingat banyak program tersebut ditopang melalui dana alokasi khusus (DAK) nonfisik dari pusat yang dikelola Pemda dan juga dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Kuncinya ada di koordinasi. Teman-teman penyuluh KB bukan hanya bekerja teknis, tetapi juga harus menjadi penggerak di lapangan. Kolaborasi dengan OPD mutlak dibutuhkan," katanya.

Wihaji mengatakan Mukernas IPeKB menjadi momen reflektif sekaligus instruksional bagi para penyuluh KB seluruh Indonesia.

Bukan hanya sebagai perpanjangan tangan kebijakan pemerintah, para penyuluh kini menjadi aktor utama dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat generasi muda, dan memastikan kesejahteraan kelompok rentan.

"Kita butuh penyuluh KB yang bukan hanya paham program, tetapi juga punya semangat gotong royong dan kemampuan memimpin perubahan. Inilah tantangan sekaligus kehormatan dalam tugas ini," tutur Wihaji.

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendukbangga: Penyuluh KB strategis dalam program prioritas nasional

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026