"Saya ingin mengingatkan, sebaik-baiknya manusia bukan jabatannya, tapi ukurannya apakah hidup kamu bermanfaat atau tidak untuk masyarakat," ucap Ridwan saat memberikan sambutan apel pagi di SMA Negeri 6 Kota Bandung, Selasa.
Pria yang akrab disapa Emil ini melanjutkan, sebagai warga Kota Bandung kehadiran pelajar harus dapat menyenangkan dan tidak menyusahkan masyarakat lainnya.
"Sebagai contoh kalau menemukan sampah, ambil. Walaupun bukan sampah kita. Jadi cintai Bandung seperti mencintai kita ibu kita sendiri. Kalau mengotori Bandung, maka telah mengotori ibu kita sendiri," kata dia.
Selain itu, kepada ratusan pelajar Emil menyebut terdapat tiga hal yang mesti dikejar dalam hidup. Apabila berhasil mengejar ketiga hal tersebut maka, dipastikan seluruh impian maupun cita-citanya dapat diraih.
"Pertama badan harus sehat karena asupan makanan bergizi dan olahraga, kedua otak harus cerdas karena diberikan ilmu, serta terakhir ahlak yang baik karena asupan ibadah," kata dia.
Dalam pesan terakhir Emil, ia berharap seluruh siswa dapat menjadi teladan bagi masyarakat lainnya. Agar seluruh keamanan dan kenyaman Kota Bandung dapat terjaga dan terus terpelihara.
"Kalau ada yang memerlukan pertolongan para pelajar harus menjadi garda terdepan yang menolong. Saya titip pesan-pesan tadi," ujar dia.
Sebelumnya, Emil memberikan apresiasi terhadap sepuluh siswa SMA Negeri 6 atas keberanian mencoba melumpuhkan pelaku teror bom panci yang terjadi di Taman Pendawa, Kota Bandung.
Emil memberikan penghargaan berupa jaket rescue yang secara simbolis diberikan kepada siswa berinisial LM, dan MSN karena telah berani mengejar pelaku sampai mencoba mengevakuasi para pegawai kelurahan di dalam kantor untuk mengosongkan ruangan.
Pewarta: Asep FEditor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.