Jakarta (ANTARA) - Film "GJLS: Ibuku Ibu Ibu" yang disutradarai oleh Monty Tiwa, menyajikan akrobat komedi yang secara kreatif menggabungkan klip adegan salah ("bloopers") dalam teknik penyutradaraan.
"Grup komedi GJLS yang acak-acakan gitu, kalau enggak dijahit sama alur cerita yang tepat selama 90 menit, pasti bikin bingung, kan? Kami punya tanggung jawab untuk mengemas ini agar penonton-penonton lain yang belum kenal mereka bisa tetap menikmati," kata Monty saat konferensi pers pemutaran terbatas film di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa.
Formula penyutradaraan itu merupakan inovasi baru Monty dalam industri perfilman, sepanjang pengalamannya 25 tahun syuting.
Ia sendiri mengaku tidak tahu harus menyebut itu teori penyutradaraan seperti apa.
Dalam teori di film-film memang ada teori "breaking the fourth wall", tokohnya bisa ngomong langsung ke penonton. Nah, di "GJLS" ada yang lebih ekstrem, karakternya sampai ngomong langsung ke sutradara.
"Kayaknya enggak ada teorinya, pemain bisa ngomong langsung sama sutradara. Tapi di sini saya bilang ke mereka (GJLS), saya ingin membuatkan film GJLS yang ada Monty-nya, bukan film Monty yang ada GJLS-nya. Saya siapkan panggung ini buat mereka," kata Monty.
Film "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu" dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 12 Juni 2025. Film itu dibintangi trio komedian dari grup GJLS—Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir—yang dikenal luas melalui siniar komedi mereka yang khas dan menghibur.
Pewarta: Abdu FaisalEditor : Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026