Bahkan papan pemberitahuan perubahan arus dan rambu lalulintas baru dipasang di sejumlah titik untuk memberitahukan pengemudi dan pengendara umum terkait perubahan jalur tersebut, kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Cianjur, Sukastono, di Cianjur, Selasa.
Ia mengatakan trayek angkutan yang dialihkan, 01A, 01B dan 02B, dimana sebelumnya melintas di Jalur Siti Jenab.
"01A yang semula melintas ke Jalan Siti Jenab¿ langsung diarahkan ke Jalan KH Hasyim Asyari dan Suroso kemudin ke Jalan Ir H Juanda, sebelumnya harus melalui Jalan Prof Moch Yamin-Moch Ali-Siti Jenab-Otto Iskandardinata kemudian ke Ir H juanda," katanya.
Sedangkan 01B masih melalui Jalan Moch Ali, namun dari Jalan Ir H Juanda langsng diarahkan ke Jalan Suroso kemudian ke Jalan Mangunsarkoro dan kembali ke jalur sebelumnya. Untuk jurusan 02B yang biaanya dari Jalan Siliwangi langsung ke Jalan Siti Jenab dan Mangunsarkoro, saat ini harus melalui Jalan Otto Iskandardinata-Siti Bodedar-Suroso, kemudian Jalan Mangunsarkoro.
Menurut dia, pengalihan trayek dan terilisasi Jalan Siti Jenab mulai diberlakukan efektif hari ini hingga seterusnya, dimana masa soialiasi diklaim telah cukup panjang sejak awal 2017."Hari ini uji coba, tapi akan terus diberlakukan ke depannya. Sosialisasi sudah sejak lama, baik melalui selebaran, papan pengumuman atau secara lisan," katanya.
Dia menuturkan, selama uji coba diberlakukan setiap persimpangan jalan, ditempatkan empat sampai lima petugas untuk mengarahkan angkutan umum ke jalur yang baru."Kami dibantu anggota Satlantas Polres Cianjur untuk mengatur arus lalulintas karena hari pertama ada kepadatan arus dibeberapa titik," katanya.
Sementara terkait pemberlakukan jalur baru tersebut, supir angkutan umum 01A menyatakan pengalihan trayek merugikan karena dikhawatirkan pendaptan mereka akan turun drastis setelah penerapan pengalihan trayek diberlakukan.
Ukar Saputra (52) supir angkutan umum 01A, mengatakan, pembagian dan perubahan arus tidak merata dan dinilai tidak adil untuk trayek 01A karena jalur yang baru jauh lebih sepi diandingkan jalur semula.
"01 itu nyawanya dari Jalan Siti Jenab dan Moch Ali, sekarang 01A langsung diarahkan ke Warujajar, tidak melalui jalur ramai¿. Kalau 02B dan 01B tetap melintas di pusat keramaian. Kami dan ratusan supir lainnya keberatan dengan perubahan ini," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.