Cianjur (ANTARA) - PT PLN (Persero) UP3 Cianjur, Jawa Barat, memastikan aliran listrik di sejumlah wilayah di Cianjur kembali normal setelah dilakukan pemeliharaan darurat atau emergency dan penguatan jaringan sehingga sempat terjadi pemadaman selama beberapa jam.
Manager Pelayanan PT PLN (Persero) UP3 Cianjur Dudi Hermawan di Cianjur, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga sistem kelistrikan tetap andal dan mengantisipasi potensi gangguan di jaringan.
Selama proses berlangsung dilakukan pengaturan operasional berdampak terhadap pasokan listrik di beberapa titik hampir tiga jam, dilakukan di Jalan KH. Abdulah Bin Nuh, Jalan Siti Jenab, Jalan Dr Muwardi, Jalan Siliwangi, Kelurahan Sawah Gede, Muka, dan Jalan Raya Sukabumi.
"Pemadaman terjadi karena kami tengah melaksanakan kegiatan pemeliharaan emergency dan penguatan jaringan distribusi di beberapa wilayah di Cianjur," katanya.
Pemadaman terencana berlangsung di beberapa kawasan untuk meningkatkan infrastruktur, namun biasanya berlangsung sekitar tiga jam sebelum aliran listrik kembali normal.
Gangguan yang terjadi terhadap dampak pasokan listrik dilakukan pengaturan operasional, namun dipastikan saat ini pasokan listrik sudah kembali normal di beberapa wilayah yang sempat terjadi pemadaman.
Pihaknya berharap masyarakat dapat memahami dan kegiatan yang tengah dilakukan PLN tersebut sebagai upaya peningkatan jaringan agar pasokan listrik ke rumah pelanggan tidak sampai terganggu pada saat tertentu.
Masyarakat diimbau untuk memantau jadwal pemeliharaan dan informasi resmi langsung melalui akun Instagram PLN UP3 Cianjur atau melalui Instagram PLN Tanggeung untuk area Cianjur Selatan.
"Pelanggan dapat mengecek pemadaman di lokasi spesifik, melaporkan gangguan, atau memantau progres perbaikan secara real-time menggunakan menu pengaduan di aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 tetap beroperasi 24 jam untuk melayani pelanggan," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.