Orang tua juga diminta untuk waspada terhadap konsumsi gula, terutama sukrosa. Gula berlebih tidak hanya berdampak buruk bagi pencernaan, tetapi juga bisa meningkatkan risiko diabetes pada anak.
“Jadi kalau bisa berikan susu yang sangat rendah atau tanpa sukrosa. Sukrosa ini indeks glikemiknya itu tinggi sehingga itu yang menyebabkan gula darah akan gampang spiking ke atas, makanya kalau kita berikan jenis yang lain yang lebih aman contohnya laktosa, mungkin dia tidak terlalu menaikkan gula darah se ekstrim kalau kita memberikan sukrosa,” ujar Ariani.
Sukrosa belum bisa menghasilkan energi. Sukrosa harus dihancurkan dulu dalam tubuh menjadi bentuk paling sederhana, yakni jadi glukosa dan fruktosa. Kemudian barulah bagian glukosa tersebut bisa diproses lagi hingga menghasilkan energi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pentingnya susu dengan probiotik tanpa sukrosa untuk kesehatan anak
Pewarta: Pamela SakinaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026