"Yang harus menjadi perhatian kita bersama itu adalah saat masa rocovery, bagaimana kita menangani rumah rusak," kata Aceng mantan Bupati Garut itu saat mengunjungi korban banjir yang mengungsi di Markas Korem 062 Tarumanagara, Garut, Jumat.
Ia menjelaskan masa pemulihan korban banjir maupun fasilitas umum dan rumah merupakan persoalan yang harus diperhatikan setelah masa tanggap darurat selesai.
Berdasarkan pengalaman, kata Aceng, setiap terjadi bencana alam selama sepekan akan banyak bantuan yang datang, tetapi setelah itu bantuan sedikit bahkan tidak ada.
"Saya sudah pengalaman waktu bencana di Garut, seminggu kemudian sudah tidak ada, ini yang harus diperhatikan," katanya.
Ia menegaskan sebagai anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Jawa Barat akan berupaya agar semua pemangku kebijakan dapat membantu korban banjir di Garut.
DPD, lanjut dia, akan memediasi kepentingan masyarakat saat masa tanggap darurat maupun pemulihan dengan pemerintah pusat.
"Ini fungsi kami, saya harus berjuang sekuat tenaga bagaimana pemerintah pusat membantu setelah masa tanggap darurat," katanya.
Ia berharap upaya yang akan dilakukannya itu dapat menunjukan kepada masyarakat pentingnya fungsi DPD dalam membantu kebutuhan masyarakat.
"Saya ingin fungsi sebagai DPD dirasakan masyarakat," katanya.
Menanggapi bencana banjir di Garut, Aceng mengaku bingung, kenapa bisa terjadi hebat melanda Garut.
"Saya tidak habis pikir kenapa banjir bandng tidak diperkirakan sebelumnya akan terjadi, mungkin orang luput atau lupa," katanya.
Menurut dia bencana banjir tersebut bisa saa karena ada kerusakan di hulu Sungai Cimanuk.
Berdasarkan informasi yang diterimanya bahwa di kawasan hulu Sungai Cimanuk sudah dalam keadaan gundul atau tidak ditanami tanaman besar.
"Tidak ada tanaman besar, tidak bisa meresap air dan juga ada alih fungsi lahan," katanya.
Pewarta: Feri P: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.