Antarajabar.com - Para peternak sapi yang berada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengharapkan pemerintah bisa memperhatikan stok sapi bakalan dan memperbanyak daerah penghasil sapi bakalan.
       
Sekretaris Koperasi Ternak Sapi Padusan Ali Mukadi di Cirebon, Rabu, mengatakan untuk saat ini sapi bakalan sangat mahal per ekor mencapai Rp13 juta dan para peternak berharap pemerintah bisa memperbanyak daerah penghasil sapi bakalan.
       
"Saat ini daerah yang menghasilkan sapi bakalan itu hanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahkan kalau di Jatim sudah di stop dan kami tidak bisa membeli sapi bakalan dari Jatim, untuk itu para peternak pasti mengaharapkan pemerintah bisa memperbanyak daerah penghasil sapi bakalan," kata Adi.
       
Para peternak sapi khususnya untuk penggemukan sekarang ini hanya bisa membeli bakalan sapi dari Jawa Tengah saja, untuk itu dapat dipastikan harga sapi bakalan terus melambung tinggi.
       
Ia menuturkan semua peternak sapi untuk penggemukan membeli sapi bakalan di Jateng, sehingga harga dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan yang tidak sedikit.
       
Pada tahun 2005 harga sapi di kisaran Rp3 juta dan tahun sekarang harga sapi bakalan sudah mencapai Rp13 juta, padahal pemerintah sendiri menginginkan harga daging sapi di pasaran di bawah Rp100 ribu per kilogranya, itu tentu tidak bisa.
       
"Kalau pemerintah ingin haraga daging sapi di bawah Rp100 ribu maka harga bakalan sapi harus dibawah Rp10 juta dan itu baru bisa, kalau untuk sekarang itu tidak akan bisa," tuturnya.
       
Dengan mahalnya harga sapi bakalan para peternak juga mengeluh, dikarenakan untung mereka saat ini sangat minim, dimana satu sapi yang dipelihara sampai delapan bulan hanya bisa menguntungkan Rp400 ribu per bulannya.
       
"Pastinya banyak peternak yang mengeluhkan dengan mahalnya sapi bakalan, karena kami hanya mendapatkan Rp400 ribu perbulan," kata Ali.
   


Pewarta: khaerul Izan
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026