"Kami sangat kaget karena berdasarkan hasil verifikasi sudah ada 52 ribu UKM di 15 kota dan kabupaten yang sudah menyatakan siap untuk ikut serta di PON. Itu baru di 15 kota dan kabupaten. Belum lagi dari daerah lainnya yang akan turun memanfaatkan ajang ini," kata Sekertaris Bidang Pemasaran, Dana, dan Usaha (PDU) PB PON XIX/2016, Saefudin Zuhri di Bandung, Rabu
Ia mengatakan pihaknya tentunya tidak bisa mengakomodir jumlah tersebut, karena keterbatasan tempat yang ada saat ini dimana hanya tersedia maksimal 40 stand per lokasi untuk diisi para pelaku UKM dan pengrajin.
"Terpaksa bagi UKM yang ikut di stand bazzar akan dilakukan seleksi, namun bagi setiap UKM silakan untuk melakukan inovasi dan berkreasi memanfaatkan momen PON ini," katanya.
Bidang promosi, dana, dan usaha telah merancang tiga kegiatan yang nantinya akan menjadi bagian dalam memeriahkan PON XIX dan Peparnas XV/2016. Tiga kegiatan tersebut adalah pameran umum, venue exhibition, serta pameran di 15 kota dan kabupaten yang menjadi tempat arena pertandingan PON.
"Kami menyiapkan 24 pra event. Selain menampung para pengrajin ini, kita ingin tema besar Berjaya di Tanah Legenda" bisa berjalan dengan baik," katanya.
Rencananya, pra event tersebut akan mulai digelar pada 23 April mendatang di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Ganesha, Kota Bandung.
"Untuk menampung karya mereka (UMKM) kita siapkan dalam bentuk pameran. Seperti pameran umum atau venue exhibition yang akan digelar di 61 venue di 15 Kota Kabupaten sebagai tempat pertandingan masing-masing cabang olahraga dengan durasi tiga hingga tujuh hari lamanya," katanya.
Lebih lanjut ia menyebutkan, Pemprov Jabar akan mengangkat potensi produk lokal sekaligus mempromosikan hasil rajinan yang telah dibuat oleh para UMKM binaan BUMN maupun organisasi perangkat daerah (OPD) dan pengrajin.
"Gairah pemberdayaan masyarakat pada PON XIX/2016 sudah ditangkap oleh para pelaku usaha di Jabar. Kita fasilitasi agar para pelaku usaha Jabar bisa memanfaatkan momen PON sebaik-baiknya," kata Syaefudin Zuhri menambahkan.
Editor : Catur Ujianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.