"Kinerja pemerintahan Jabar, Gubernur dan seluruh stafnya selama 2014 telah mengerjakan tugasnya dengan baik," kata Sunatra saat jumpa pers pandangan Fraksi Gerindra terhadap kinerja Pemprov Jabar di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu.
Ia menuturkan, secara umum pelaksanaan pembangunan di Jabar berjalan lancar sesuai program, meskipun masih ada beberapa catatan.
Ia berharap, kinerja baik Pemprov Jabar 2014 dapat terus dipertahankan atau lebih ditingkatkan di tahun 2015.
"Secara umum pelaksanaan pembangunan di Jabar berjalan dengan lancar, tentunya dengan berbagai catatan, bagaimana menghadapi 2015," katanya.
Terkait beberapa pembangunan yang gagal, kata dia, bukan berarti itu pembangunan yang didanai Pemprov Jabar melainkan dari sumber dana lain.
Namun kenyataan di masyarakat, kata dia, setiap pembangunan yang gagal di Jabar seringkali disalahkan Pemprov Jabar, padahal proyek pembangunan pemerintah pusat.
"Kalau terjadi kegagalan di daerah sorotannya pasti di daerah, contoh masalah banjir di Bandung selatan, pengerukan sungainya proyek rutin pemerintah pusat tapi disangka Provinsi Jabar," kata Sunatra.
Ia menjelaskan, proyek pengerukan Sungai Citarum dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dengan anggaran bersumber dari APBN.
Setiap tahunnya anggaran proyek Citarum itu, kata dia, cukup besar yakni 2013 dan 2014 sebesar Rp250 miliar.
"Anggaran tiap tahun terus besar, tapi banjir justru meluas, yang disalahkan pasti daerah, padahal ini Jakarta (Pemerintah Pusat)," katanya.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.