Antarajawabarat.com,15/12- Sahabat Gunung Padang (SGP), berharap berbagai kalangan di Cianjur, Jabar, mematuhi batas zona yang telah ditentukan dan tidak melakukan pembangunan fasilitas pendukung wisata secara gegabah.

Hal tersebut diungkapkan kordinator SGP Eko Wiwid, di Cianjur, Minggu. Selain meminta riset dituntaskan, pihaknya berharap adanya proteksi dengan menetukan batas kawasan atau zonasi
Saat ini, jelas dia, batas zona utama situs yang menjadi 29 hektare, tidak boleh gegabah membangun fasilitas pendukung wisata, batas zona penyangga dan kawasan zona penyangga harus menjadi pendukung kelestarian Gunung Padang.

"Kelastarian lingkungan seperti kelastarian hutan,air, udara dan tanah dalam radisus lingkar 5 Kilometer dari batas akhir 29 hektare. Sedangkan zona Pemanfaatan adalah zona yang bisa di gunakan faslitas penunjang kawasan wisata, sesui dengan tatakelola lingkungan hidup dan berbasis kebudayaan bukan asal bangun," katanya.

Setelah riset dilanjutan dan penentuan zona, tutur dia, barulah adanya pembebasan tanah warga yang masuk ke area zona kawasan yang sudah di tentukan, baru adanya pemugaran Situs Gunung Padang.

"Setelah adanya pemugaran dan zonasi kawasan, baru adanya perencanaan pembangunan fisik yang berdasarkan hasil penelitian dan kajian sebelumnya," kata dia.

Sedangkan fakta dilapangan terbalik, ungkap dia, penelitian belum selasai dan proteksi zonasi kawasan belum terealisasi, sudah banyak pembanguan di dalam kawasan zona utama yang dilakukan sejumlah pihak, sehingga jelas-jelas menyalahi tahapan semestinya.

Situs Gunung Padang, tutur dia, merupakan salah satu situs peninggalan leluhur di masa silam dengan nama istilah jaman megalith yang kini menjadi perbincangan di Indonesia bahkan jadi perbincangan dikalangan ilmuwan dunia.

Berbagai pendapat dan pandangan soal situs Gunung Padang, bermuculan bahkan ada yang tidak menerima adanya hasil penelitian yang di lakukan peneliti TTRM.

Saat ini, Gunung Padang semakin menarik untuk berbagai kalangan baik dari kalangan masyarakat umum hingga kalangan ilmuwan setalah ada penemuan-penemuan baru, baik temuan secara atrefak maupun temuan luasan wilayah sebaran situs.

"Tidak hanya kalangan masyarakat secara umum yang mau datang dan merespon Gunung Padang, bahkan pengusaha pun mulai melirik Situs Gunung Padang," katanya.

Kawasan Gunung Padang, jelas dia, mempunya potensi pariwisata yang Luar bisa dan bisa mensejahterakan warga sekitar, namun perlu banyak pertimbangan dari berbagai tinjauan dan aspek lainya jika nanti akan di jadikan Kawasan kunjungan Wisata.

"Untuk menetukan kawasan wisata Gunung Padang tidak bisa gegabah. Perlu adanya kajian yang mendalam. Memang perlu akses yang nyaman, namun tidak harus tergesa-gesa membuat fasilitas di sembarang tempat, Gunung Padang sudah memiliki payung hukum," katanya.***1***(KR,FKR)

Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026