"Pemerintah harus memperhatikan angkutan umum, seperti tidak mencabut subsidi (BBM) angkutan umum," kata Dede kepada wartawan di Bandung, Selasa.
Ia menuturkan, kondisi angkutan umum cukup memprihatinkan dengan ditetapkannya kenaikan harga BBM, ditambah persaingan dengan roda dua yang tumbuh tidak terkendali.
Menurut dia, tuntutan meminta perhatian dari pemerintah merupakan hal wajar karena keberadaan angkutan umum telah menyumbang pendapatan negara dari pajak.
"Angkutan umum telah menghasilkan pajak dari segala retribusi yang ditarik," katanya.
Ia menambahkan, kenaikan BBM sebesar Rp2.000 dinilai mendadak sehingga membuat pengusaha jasa angkutan umum semakin merana.
Akibatnya, lanjut dia, kenaikan BBM yang ditetapkan, Senin (17/11) malam itu membuat para pengusaha angkutan umum menaikan tarifnya secara sepihak untuk menyesuaikan beban pembelian BBM.
"BBM naik mendadak malam tadi, harusnya pemerintah sigap mengatasi masalah ini," katanya.
Ia menegaskan, keberadaan angkutan umum merupakan hal terpenting yang dapat membantu masyarakat sehingga sudah seharusnya diperhatikan pemerintah.
"Angkutan umum itu sangat penting terutama dalam ekonomi, pendidikan dan itu cukup membantu masyarakat," kata wanita politisi Partai Golkar itu.***1***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.