"BPR memiliki keinginan untuk terus berkinerja maksimal melayani masyarakat sesuai dengan aturan. Namun BPR tidak perlu dipaksakan jadi besar, biarkanlah hidup pada habitat dan kelasnya," kata Joko Suyanto di sela Musyawarah Nasional (Munas) Perbarindo XI Tahun 2014 di Bandung.
Pihaknya menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mengembangkan dan menetapkan regulasi keberadaan BPR. Salah satunya wacana penetapan modal inti bagi BPR.
Rencana itu, menurut dia, jelas akan memberikan dampak terhadap keberadaan BPR yang saat ini kepemilikan modal intinya banyak yang masih kecil termasuk di angka sekitar Rp1 miliar.
"Kami berharap penekanannya bukan pada modal inti, tapi bagaimana memberikan nilai tambah bagi BPR, memberikan prioritas BPR beroperasi atas dasar kemampuannya," kata Joko.
Ia berharap kebijakan OJK tidak berdampak menurunkan semangat BPR untuk menjalankan operasinya dan berkembang di daerah kerjanya.
"Jangan wacana terkait batasan modal inti itu justru membatasi semangat BPR untuk melayani masyarakat, karena ada BPR modal intinya yang Rp1 miliar atau Rp2 miliar. Namun mereka selama ini bisa menjalankan usahanya dengan baik," katanya.
Secara umum, kata Joko Suyanto, kinerja BPR Syariah (BPRS) pada 2013 mengalami pertumbuhan sekitar 18 persen. Perbarindo berharap pada akhir tahun 2014 bisa mempertahankan kinerja itu.
Sedangkan rata-rata kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) pada kisaran 5,6 persen. Pihaknya berupaya agar BPR dan BPRS menekan NPL-nya di akhir tahun sehingga di bawah lima persen.
"BPR terus berupaya meningkatkan pelayanan, kinerja serta memberikan kepercayaan kepada masyararakat atau nasabah. Termasuk juga memfasilitasi sertifikasi profesi bagi direksi BPR-BPRS," kata Joko.
Ia menyebutkan jumlah BPR-BPRS di Indonesia saat ini mencapai 1.632 unit. Perbarindo mendorong perbankan yang memiliki pasar khas di daerah itu untuk memiliki daya saing tinggi dan berkinerna efektif dan efesien.
Sementara itu Munas Perbarindo IX digelar di Kota Bandung pada 27-28 Oktober 2014 diikuti oleh 750 peserta yang berasal dari 24 DPD Perbarindo di Indonesia. Agendanya antara lain memilih Ketua Umum Perbarindo masa bakti 2014-2018. Selain itu juga digelar seminar dan Expo UMKM Perbarindo.
Seminar pada kegiatan itu bertemakan "Komitmen BPR-BPRS dalam Mendorong Pertumbuhan dan Kemudahan Akses Eksekutif Pengawas Perbankan".***2***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.