Abdurahman salah seorang pemilik tempat oleh-oleh khas Bandung di jalur selatan Nagreg kepada wartawan di Bandung, Jumat, mengatakan, memasuki empat hari setelah Lebaran, tempat usaha penjualan oleh-oleh khas Bandung dipadati pemilir dari Jakarta. Mereka berbelanja dodol, borondong khas Majalaya, tapai singkong, dan ubi bakar Cilembu.
Jumlah pengunjung yang datang, kata dia, terus meningkat. Diperkirakan hingga Minggu (3/8) masih padat karena arus milir di jalur selatan Nagreg dari arah Tasikmalaya dan Kabupaten Garut tetap mengalir, tokonya melayani konsumen 24 jam.
Oleh-oleh khas Bandung cukup diminati para pemilir, kata dia, seperti tapai singkong, ubi bakar Cilembu, dodol Garut, wajik Cililin, kerupuk jengkol, dan gula aren khas Tanjungsari, sehingga omzet saat arus mudik dan milir menggairahkan dibandingkan hari biasanya.
Sementara itu, pemilir Roby di tempat oleh-oleh khas Bandung sepanjang Nagreg-Cileunyi menuturkan bahwa tempat penjualan oleh-oleh Bandung terus dipadati para pemilir. Mereka berbelanja "buah tangan" untuk keluarga dan tetangga di Jakarta.
Menurut dia, oleh-oleh khas Bandung cukup diminati pemilir, selain harganya terjangkau, makanan khas daerah Sunda memiliki citra rasa tinggi, seperti ubi bakar Cilembu, tapai singkong, dan dodol Garut, selain itu tahan lama sehingga bisa dijadikan "buah tangan" buat keluarga dan tetangga.
Enjang S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.