Antarajawabarat.com, 30/6 - Psikoterapi untuk mengatasi skizofrenia atau gangguan mental berat tidak cukup diberikan kepada penderita namun harus diberikan kepada keluarga sebagai lingkungan sosial pertama kata Psikiater RSJ Provinsi Jawa Barat dr Ade Kurnia di Bandung, Jumat.

"Psikoterapi kepada keluarga disini maksudnya adalah dengan menjelaskan cara berinteraksi yang benar dengan penderita skizofrenia agar penyakit penderita tidak semakin parah," kata Ade.

Menurut Ade, psikoterapi merupakan salah satu dari tiga cara untuk menanggulangi skizofrenia. Dua cara lain untuk mengatasi penyakit ini diantaranya dengan cara meminum obat dan melakukan rehabilitasi.

Ade menjelaskan pemberian obat seringkali menimbulkan efek samping seperti kejang, sedangkan rehabilitasi biasanya diberikan pada penderita skizofrenia yang cukup berat.

"Psikoterapi dapat menimbulkan pola pikir positif yang bisa mengurangi gejala skizofrenia," katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan skizofrenia bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari faktor biologis, faktor psikologi hingga faktor sosial. Faktor biologis biasanya disebabkan oleh kerusakan otak waktu lahir, hingga obat-obatan napza. Menurut dia faktor keturunan tidak mempengaruhi seseorang mengidap skisofrenia.

"Yang diturunkan melalui keturunan hanya gen yang rentan dan bukan penyakit skizofrenia, masih terdapat banyak faktor lain yang mempengaruhi," kata Ade.

Menurut dia lingkungan sosial dan usia juga turut mempengaruhi seseorang bisa terkena skizofrenia. Lingkungan sosial yang kurang bagus akan memperbesar resiko seseorang mengidap skizofrenia.

"Untuk usia yang rentan terkena skizofrenia adalah usia muda dan tua, biasanya karena kematangan mental yang tidak bagus," katanya.

Penanganan terhadap penderita skizofrenia harus semakin ditingkatkan karena pada saat ini kualitasnya dirasa belum maksimal. Ia mengatakan kerjasama antara dinas-dinas terkait semisal dinas kesehatan, dinas sosial dan dinas lainnya juga sangat berperan.

"Pelatihan penyedia layanan kesehatan juga harus dilakukan mulai dari tingkat puskesmas agar penanganan dini terhadap skizofrenia bisa dilakukan," kata Ade Kurnia menambahkan.***


Andre Winaldi


Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026