"Kehadrian BPJS diharapkan pula dapat mendongkrak peningkatan pelayanan kesehatan bagi warga Cianjur," katanya, Rabu.
Dia menjelaskan, dengan adanya BPJS, setiap rujukan dari warga tepat sasaran sehingga pembiayaan dapat berjalan evectif, efisien dan bersinergi dengan anggaran dan kemampuan pemerintah.
"Selama ini beban pemerintah untuk membiayai kesehatan cukup berat, sehingga perlu kerja sama yang lebih terarah dan responsif serta tepat sasaran dalam membangun kualitas dan kuantitas kesehatan antara pihak terkait," ucapnya.
Pemkab Cianjur, ungkap dia, berusaha memfasilitasi puskesmas dengan berbagai sarana dan prasarana kesehatan yang mendukung, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat tertangani di tingkat puskesmas secara berkelanjutan.
Sehingga pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas kedepan, tutur dia, berdasarkan kapitasi sehingga pelayanan kesehatan di 45 puskesmas di seluruh wilayah Cianjur, akan berbeda-beda sesuai dengan standar prosedur yang telah diterbitkan BPJS.
"Jumlah penerima BPJS di Cianjur, sebanyak 1.116.009 jiwa. Para pesertanya, mereka yang telah memiliki Kartu Program Jamkesmas. Selain itu, non jamkesmas, pembayarannya dikembalikan ke Program Jamkesda dan SKTM," ujarnya.
Peserta dari Jamkesmas paling dominan, tandas dia, sebanyak 1.025.774 jiwa, terdiri dari empat kategori, peserta Jamkesmas, Jamsostek, TNI dan Polri, otomatis langsung menjadi peserta BPJS.***3***
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.