Antarajawabarat.com, 10/10 - PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (Bank BJB) menjalin kerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertran) untuk memberikan pelayanan perbankan yang optimal kepada para Tenaga Kerja Indonesia.

"Kerjasama ini memiliki nilai yang sangat strategis yang sangat penting bagi peningkatan kemitraan strategis yang komprehensif antara kemenakertrans dengan Bank BJB sehingga bisa membantu para TKI untuk mendapatkan layanan perbankan secara optimal," kata Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro seusai penandatanganan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu.

Kemitraan yang dikembangkan dalam kerja sama itu meliputi bidang layanan perbankan antara lain, pemberian fasilitas pinjaman, penyimpanan dan pengelolaan dana, jasa pengiriman uang atau remitance, penukaran uang, sosialisasi program perbankan dan produk dan jasa lainnya.

"Selama ini layanan perbankan para TKI itu dilakukan lebih banyak dilakukan oleh bank asing. Diharapkan Bank BJB bisa menjadi pioner dalam memberikan pelayanan perbankan yang optimal kepada para TKI," kata Bien.

Dikatakannya, selama ini pembiayaan bagi TKI, baik untuk pemberangkatan ke luar negeri, maupun pelatihan dan lainnya, lebih banyak berasal dari perbankan asing. Namun bunga dari pembiayaan tersebut relatif tinggi.

"Melalui kerja sama ini ini, kita harapkan itu bisa membantu para TKI, karena bunganya pun lebih rendah," katanya.

Selain itu lanjutnya dengan adanya layanan ini, maka para TKI yang akan berangkat keluar negeri bisa mendapat fasilitas biaya keberangkatan dari Bank BJB, melalui skema pembiayaan.

Dimana pembiayaan untuk keberangkatan keluar negeri para TKI bisa mengembalikan pembiayaan tersebut melalui gaji yang ditransfer ke rekening. Apalagi saat ini para TKI yang akan berangkat ke luarnegeri pun diwajibkan untuk memiliki rekening bank.

"Bank BJB optimis dengan produk layanan yang kami miliki dapat memberikan nilai tambah baik terhadap para tenaga kerja Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Bank BJB pun berencana melakukan kerjasama dengan Asosiasi perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (Apjati). Para TKI akan berangkat keluar negeri bisa mendapatkan layanan tersebut.

"Untuk pembiayaan keberangkatan, TKI tidak perlu memberikan jaminan yang diagunkan, karena Apjati sebagai lembaga penjaminnya," katanya.

Sementara itu Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan kerjasama ini merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Selama ini di beberapa negara penempatan ada yang namanya cost structure atau yang ditanggung oleh para TKI yaitu biaya mulai tiket, pelatihan administarasi dan lain.

"Selama ini layanan itu melalui bank asing yang notabene bunganya sangat tinggi dan itu sangat memprihatinkan dan kita mencari jalan terus menerus," katanya.

Salah satunya dengan melakukan pendekatan ke pemerintahan Hongkong untuk mendapatkan biaya yang labih efesien.

Menteri menyebutkan biaya keberangkatan ke malaysia yang ditanggung TKI saat ini mencapai sebesar 1800 ringgit, sementara yang ke Hongkong dan Taiwan mencapai Rp20-25 juta.

"Perbankan nasional harus masuk untuk membantu itu, sehingga para TKI pun bisa mendapatkan fasilitas perbankan yang lebih mudah dan lebih murah," kata Menakertrans menambahkan.***3***


Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026