"Pasokan dari Depo Tasikmalaya ini setiap harinya mencapai 15 KL minyak tanah yang kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan industri," kata Sales Eksekutif Retail wilayah XVI, Pertamina Tasikmalaya, Arief Ibadi Subroto di Tasikmalaya, Selasa.
Ia mengatakan, sebagian besar permintaan minyak tanah itu digunakan untuk kebutuhan industri seperti pembuatan berbagai kerajinan, cat, atau bengkel untuk membersihkan mesin kendaraan bermotor.
Sedangkan kebutuhan rumah tangga, kata Arief, masih tergolong kecil, sebagian besar masyarakat memanfaatkan bahan bakar gas elpiji 3 kg.
"Kebutuhan minyak tanah ini kebanyakan untuk industri, kalau rumah tangga sedikit hanya terjadi untuk warga adat Kampung Naga," katanya.
Ia menuturkan, khusus masyarakat adat Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, Pertamina memasok minyak tanah sebanyak 20 KL setiap tahun dengan harga jual subsidi Rp2.900 per liter.
Sedangkan harga jual minyak tanah untuk masyarakat umum dan industri, kata Arief, mencapai Rp10 ribu per liter dari agen dan kisaran Rp9 ribuan dari Pertamina.
Ia mengungkapkan, stok minyak tanah di Depo Pertamina Tasikmalaya cukup selama 135 hari kedepan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, Kuningan, Majalengka, Jawa Barat, dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
"Stok minyak tanah di Depo Tasikmalaya sangat aman selama 135 hari kedepan dan produksinya masih terus terjadi," kata Arief.***3***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.