"Kita lakukan pendistribusian ke SPBU lebih awal waktunya jam 5 pagi untuk menghindari terjadinya hambatan seperti ada aksi unjuk rasa," kata Sales Eksekutif Retail wilayah XVI, Pertamina Tasikmalaya, Arief Ibadi Subroto di Tasikmalaya, Selasa.
Ia mengatakan, pendistribusian BBM itu agar lebih cepat sampai ke SPBU serta menghindari kekurangan pasokan sehingga permintaan konsumen tetap terpenuhi.
Jika waktu pendistribusian mulai dilakukan saat pagi atau siang hari, menurut Arief, khawatir terjadi keterlambatan pasokan ke sejumlah SPBU akibat terkendala aksi massa yang menolak kenaikan harga BBM.
"Seperti sekarang ini ada aksi penolakan kenaikan BBM di Tasikmalaya, kalau kita distribusikan pagi atau siang, takutnya nanti dihadang massa aksi, dampaknya terjadi keterlambatan," katanya.
Ia menuturkan, Pertamina Tasikmalaya memasok BBM ke SPBU wilayah Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, Kuningan, Majalengka, Jawa Barat, dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Antisipasi terjadi lonjakan permintaan BBM, kata Arief, Pertamina menambah stok sebesar 113 persen yang siap didistribusikan kesejumlah SPBU wilayah Depo Pertamina Tasikmalaya.
"Kami jamin persediaan BBM wilayah Depo Pertamina Tasikmalaya aman tidak terjadi kekurangan atau keterlambatan ketika terjadi lonjakan pembelian," katanya.
Head Operation Depo Pertamina Tasikmalaya, Nana Sutisna, menambahkan persediaan BBM jenis premium aman untuk kebutuhan selama 10 hari dan solar untuk 25 hari kedepan.
Tingkat kebutuhan BBM setiap hari, kata Nana, jenis premium sebanyak 985 kiloliter (KL), solar 489 KL dan pertamax 8 KL setiap harinya.
"Saat terjadi lonjakan permintaan, persediaan BBM di Pertamina sudah siap untuk memenuhi kebutuhan di SPBU," kata Nana.***4***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.