ANTARAJAWABARAT.com,3/12 - Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Barat pada November 2012 mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.

"Pada November 2012 Jawa Barat mengalami deflasi sebesar 0,05 persen, dan diprediksi pasokan komoditi di Jawa Barat akan stabil hingga akhir tahun," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Anggoro Dwitjahyono di Bandung, Senin.

Dengan demikian, inflasi di Jawa Barat hingga akhir November 2012 sebesar 3,51 persen, sedangkan inflasi dalam setahun terakhir (yoy) sebesar 4,15 persen.

Deflasi yang terjadi di Jawa Barat dalam sebulan terakhir tidak lepas dari deflasi dari sektor bahan makanan sebesar 0,29 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

Sedangkan lima kelompok lainnya mengalami inflasi, tertinggi inflasi di kelompok kesehatan 0,25 persen, bahan makanan jadi, minuman tokok dan bahan bakar 0,09 persen, sandang 0,07 persen, pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen.

Untuk pertama kalinya, dari tujuh kota pantauan, empat kota mengalami inflasi secara serempak yakni Kota Bekasi deflasi 0,21 persen, Bandung dan Tasikmalaya 0,10 persen dan Kota Bogor 0,06 persen.

Sedangkan tiga kota lainnya mengalami inflasi yakni Kota Sukabumi 0,19 persen, Cirebon 0,12 persen dan Kota Depok inflasi sebesar 0,08 persen.

Terkait perkembangan harga komoditi seperti daging, ayam potong, beras dan sejumlah komoditi lainnya pada Desember 2012, menurut Anggoro diprediksi akan tetap stabil meskipun ada momen Natal dan Tahun Baru 2013.

Meski demikian, BPS juga menemukan adanya kenaikan harga beras sebesar 1,9 persen di sejumlah daerah, termasuk di Kota Bandung.

"Beras biasanya ada kenaikan di akhir tahun, namun tahun ini tidak akan signifikan karena pasokan mencukupi ke wilayah Jabar," kata Anggoro menambahkan.***2***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026