"Selain itu harus ada upaya memproteksi produksi budidaya sapi lokal yang selama ini ditentukan dengan cara pasar bebas," kata Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Gantina, di Kota Bandung, Senin.
Ia menuturkan, akibat dari belum adanya proteksi tersebut maka kebocoran penyaluran stok sapi potong ke daerah oleh spekulan bermodal besar menyebabkan kerugian kepada peternak dan pedagang daging sapi potong.
Menurut dia, Provinsi Jawa Barat hanya mampu menyediakan stok daging sapi potong sebesar 30 persen atau sekitar 332.012 ekor dari total kebutuhan rakyat Jabar, meskipun hasil sensus terakhir terdapat peningkatan menjadi 422.989 ekor pada tahun 2011.
" Ini artinya kebutuhan protein hewani dari daging sapi kita masih tergantung dari daerah lain terutama dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan impor," kata Selly.
Terkait Program monumental "1 Juta Sapi dan 10 Juta Domba", menurut dia, tidak berjalan sebagaimana mestinya karena tidak ada keberpihakan dari sisi politik anggaran hanya bersifat populis.
Dikatakannya, hampir sebagian besar industri pengolahan produk peternakan berlokasi di Jawa Barat, kebutuhan produksi hasil ternak daging Jabar tahun 2011 sebesar 657.945 ton dengan perbandingan sapi lokal 51.896 ton, sapi import 34.032 ton, domba 32.703 ton, ayam ras Pedaging 481.793 ton.
"Maka ini artinya kebutuhan daging sapi Jabar hampir dua per tiganya dipenuhi oleh sapi dari luar jawa dan import, sementara untuk unggas Jabar merupakan pemasok unggas secara nasional," katanya.
Oleh karena itu, kata Selly, sudah seharusnya politik anggaran Pemprov Jabar membiayai peningkatan produksi sapi lokal termasuk memproteksi terjadinya perdagangan pedet-pedet hasil peternakan Jabar masuk ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Kami juga meminta kepada Pemprov Jabar agar segera mengeluarkan aturan tentang larangan dan pembatasan keluarnya pedet-pedet (anak sapi) hasil inseminasi buatan ke luar Jabar," kata dia.
Ia menuturkan, khusus bagi Dinas Peternakan Provinsi Jabar diharapkan agar secepatnya melakukan sidak sejak terjadi kelangkaan dan naiknya daging sapi di pasaran
"Dalam waktu dekat ini, kami juga akan memanggil Disnak, peternak, asosiasi pedagang dan feedlofter untuk menyelesaikan permasalahan," ujar Selly.***2***
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.